• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 29 September 2022

Matraman

Pengasuh Pondok Tremas Jelaskan Makna Upacara Penurunan Bendera

Pengasuh Pondok Tremas Jelaskan Makna Upacara Penurunan Bendera
Pengasuh Pondok Tremas Pacitan, KH Mu’adz Al-Jabal Harist Dimyathi saat penurunan bendera Merah Putih. (Foto: NOJ/ Anwar Sanusi)
Pengasuh Pondok Tremas Pacitan, KH Mu’adz Al-Jabal Harist Dimyathi saat penurunan bendera Merah Putih. (Foto: NOJ/ Anwar Sanusi)

Pacitan, NU Online Jatim
Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas Arjosari, Pacitan KH Mu’adz Al-Jabal Harist Dimyathi menuturkan, upacara penurunan bendera bukanlah tanda akhir perjuangan. Namun, hal tersebut adalah wujud penghargaan untuk bendera merah putih untuk disimpan di tempat yang semestinya.


“Upacara penurunan bendera bukan berarti perjuangan telah selesai, akan tetapi bendera yang sudah diturunkan disimpan di tempat semestinya atau yang berharga,” katanya.


Penegasan tersebut disampaikan Gus Mu’adz saat menjadi inspektur upacara penurunan bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia di halaman masjid pesantren setempat, Rabu (17/08/2022).


Di sisi lain, Nabila Maulida Wantoko, pemimpin kompi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) mengatakan, dirinya merasa sangat gugup saat upacara, akan tetapi ia sangat bersyukur mendapatkan kesempatan menjadi petugas upacara.


“Deg-degan sekali, apalagi ketika laporan kepada inspektur, rasanya tremor banget tapi menjadi suatu kebanggaan tersendiri karena hal ini adalah kesempatan emas yang perlu saya syukuri. Semoga ke depannya bisa jauh lebih baik lagi,” ucap Nabila.


Upacara digelar sebagai salah satu wujud rasa syukur kepada Allah SWT dan upaya menumbuhkan jiwa nasionalisme kepada para santri. Pada prosesi itu, ada beberapa santri yang tidak kuat hingga pingsan, beruntung hal itu dapat diatasi oleh tim Palang Merah Remaja (PMR) sehingga upacara tetap berjalan dengan khidmat.


“Alhamdulillah, upacaranya lancar. Hanya saja beberapa santri ada yang nggak kuat (pingsan)” ucap Aisya Rahmadini, salah satu anggota PMR putri.


Diketahui, upacara penurunan bendera merah putih itu dihadiri jajaran masyayikh Pondok Tremas, para guru, dan mahasantri dari Ma’had Aly At-Tarmasie. Untuk petugas Paskibra, merupakan santriwati terbaik yang terpilih di bawah binaan Paskibra At-Tarmasi.


Matraman Terbaru