• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Maret 2024

Opini

5 Pesan Politik KH Badri Mashduqi kepada Calon Wakil Rakyat

5 Pesan Politik KH Badri Mashduqi kepada Calon Wakil Rakyat
Pesan politik KH Badri Masdhuqi kepada calon wakil rakyat. (Foto: NOJ/voi.id)
Pesan politik KH Badri Masdhuqi kepada calon wakil rakyat. (Foto: NOJ/voi.id)

Sosok almaghfurlah KH Badri Mashduqi selaku pendiri Pondok Pesantren Badridduja, Kraksaan, Probolinggo memiliki perhatian lebih kepada calon anggota legislatif di berbagai tingkatan. Di salah satu makalah yang telah menjadi koleksi lembaga Syaikh Badri Institute atau SBI, almaghfurlah memberikan pesan politik.


Sesuai identitas makalah tertera bahwa naskah tersebut dibuat pada tahun 1987, yang hemat penulis masih relevan untuk diangkat pada momentum politik menghadapi pemilu tahun 2024. Harapan penulis semoga dari beberapa pesan KH Badri Mashduqi tersebut dapat memberikan manfaat dan menjadi motivasi serta inspirasi terutama bagi para calon anggota legislatif  2024. Berikut pesan politik tersebut:

 

1. Mendedikasikan kepada Kepentingan Rakyat.

Mendedikasikan diri kepada kepentingan rakyat dalam hal ini bagi KH Badri Mashduqi bahwa setiap wakil rakyat sejak dini wajib menyadari fungsi ganda dirinya yaitu bahwa di samping wakil rakyat bukan wakil pemerintah saja bersedia menempatkan diri sebagai fungsionaris partai. Sebagai wakil rakyat harus berpegang kepada hadits Nabi: Sayyidul qaum khadimuhum. Bahwa pemimpin orang banyak adalah sebagai khaddamnya atau abdi pelayannya.


KH Badri Mashduqi menyatakan: Berdedikasi pada kepada kepentingan umat adalah kewajiban setiap anggota DPR, mereka bukan tuan, tapi khaddam umat. Ini harus benar-benar dihayati dan disadari dalam-dalam. Orientasinya jangan cuma ke atas, tapi wajib lebih banyak ke bawah. Dia wajib memahami aspirasi rakyat atau umat yang mengangkatnya sebagai wakilnya dan wajib peka dan tanggap dengan segala macam amanat penderitaannya di samping menerjemahkan dan memperjuangkannya di forum yang ditanganinya."

 

2. Wajib Bermental Pejuang

Sebagaimana yang dinyatakan oleh KH Badri Mashduqi: "Sebagai anggota DPR kita wajib bermental pejuang. Seorang pejuang  akan selalu bergerak dan berusaha dengan lincah dan trampilnya baik ada dana atau pun tidak ke arah tercapainya cita-cita. Lain halnya dengan orang yang bermental pengusaha, pada ghalibnya (umumnya) baru dia bergerak kalau sudah ada dana. Tentu saja gerak yang dituntut oleh setiap perjuangan adalah gerak yang penuh dinamika dan romantika yang kontinyu dan konstan."


Dalam konteks ini, KH Badri Mashduqi menyatakan: "Kita bergerak tidak asal bergerak, tapi ada motor penggeraknya yang amat prinsipil buat perjuangan kita yaitu niat li i'laai kalimatillah, niat memenangkan kalimat tauhid di atas segala-galanya dengan cara melaksanakan prinsip amar ma'ruf nahi munkar kapan dan di mana saja (red.)."

 

3. Memahami Ajaran Agama

KH Badri Mashduqi juga menegaskan bahwa seorang pejuang harus memahami betul ajaran agamanya walaupun hanya melalui bacaan-bacaan buku terjemah. Juga berkomitmen sepenuhnya dengan isi AD/ART dan program perjuangan partai.


4. Mendalami Ilmu Politik

Sebagai ulama yang bergelut dalam pendidikan pesantren, KH Badri Mashduqi menyatakan: "Anggota DPR pada khususnya wajib hukumnya mendalami ilmu politik, ya tentunya tidak keseluruhannya, tapi hanya sekedar bekal dasar buat keberadaan dirinya di dalam forum garapannya yaitu bidang legislatif. Berdosalah mereka kalau sampai melalaikan soal ini."


5. Hobi Membaca

Bagi KH Badri Mashduqi, bahwa menjadi anggota DPR perlu menggalakkan hobi membaca. Sebab, hal ini sangat penting demi lengkapnya argumentasi pada saat memerlukan kegigihan dalam mempertahankan pendapat dalam arena sidang atau forum diskusi atau konsultasi yang menyangkut prinsip-prinsip yang wajib dipertahankan dan diperjuangkannya.

 

Saifullah adalah Ketua Syaikh Badri Institute (SBI), Kraksaan, Probolinggo.


Editor:

Opini Terbaru