Home Metropolis Warta Pendidikan Malang Raya Pemerintahan Madura Parlemen Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Mitra Pustaka

ISNU di Bojonegoro Latih Petani Muda Pembuatan Pupuk Organik

ISNU di Bojonegoro Latih Petani Muda Pembuatan Pupuk Organik
Praktik pembuatan pupuk organik yang diadakan PAC ISNU Balen, Bojonegoro, Ahad (27/06/2021). (Foto: NOJ/ M Yazid).
Praktik pembuatan pupuk organik yang diadakan PAC ISNU Balen, Bojonegoro, Ahad (27/06/2021). (Foto: NOJ/ M Yazid).

Bojonegoro, NU Online Jatim

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik, Ahad (27/06/2021). Kegiatan ini untuk menyemangati petani muda agar semakin produktif.

 

Kegiatan yang berlangsung di pondok pesantren Darun Najah Desa Kemamang Kecamatan Balen ini menghadirkan narasumber Sigit Budi. Seluruh peserta yang didominasi petani muda menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

 

Ketua PAC ISNU Kecamatan Balen, Abdul Ghoni Asror mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang mengikuti pelatihan, termasuk narasumber dan ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Balen yang menyempatkan hadir. Sebab dukungan dan kolabirasi bersama perlu dilakukan untuk menguatkan petani.

 

"Kegiatan pertama ini bekerja sama dengan masyarakat, untuk menyemangati para petani terutama petani muda," paparnya.

 

Ghoni menjelaskan, pelatihan ini tidak hanya teori, namun akan ada praktik secara langsung. Sekaligus diadakan tindak lanjut untuk menambah pengetahuan dan keterampilan petani di Kecamatan Balen.

 

"Di ISNU Bojonegoro ada agenda rutin majelis dzikir dan majelis fikir. Pelatihan pembuatan pupuk organik merupakan bentuk nyata majelis fikir ISNU dalam mengedukasi masyarakat," jelasnya.

 

Sementara itu Ketua MWCNU Balen, H Mariyadi mengapresiasi langkah PAC ISNU setempat yang mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik. Sehingga keberadaan ISNU bisa memberikan dampak positif untuk masyarakat.

 

"Mayoritas orang NU merupakan petani, jadi perlu penguatan dan pemahaman dalam pertanian," terangnya.

 

Pria yang juga Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU Kabupaten Bojonegoro tersebut berharap, kedepan kegiatan serupa perlu ditingkatkan dan dilakukan secara berkala. Supaya petani semakin kuat dan berdaya. Jangan sampai para petani merasa kesulitan dalam melakukan cocok tanam.

 

"Ada pepatah bilang bebek berenang di air, mati tenggelam. Serta ayam bertelur, mati di lumbung padi. Jadi bagaimana petani semakin produktif," paparnya.

 

Sementara narasumber Sigit Budi memaparkan banyak hal seputar pertanian di Kabupaten Bojonegoro. Kondisi di daerah Bojonegoro berpotensi untuk memproduksi sektor pertanian, sehingga perlu keterampilan dan ilmu mengembangkan potensi tersebut.

 

 

"Jangan diremehkan petani, karena punya pengalaman selama bertahun-tahun bertanam. Namun perlu diarahkan agar efektif dan efesien," paparnya.

 

Editor: Romza

Terkait

Pantura Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

Terkini