• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 2 Oktober 2022

Pantura

KH Mutawakkil Ingatkan Bahaya Paham Ekstremisme bagi Keutuhan Negara

KH Mutawakkil Ingatkan Bahaya Paham Ekstremisme bagi Keutuhan Negara
KH Mutawakkil Alallah, Ketua Umum MUI Jatim saat memberikan sambutan pada Rakerda MUI Lamongan. (Foto: NOJ/Anita)
KH Mutawakkil Alallah, Ketua Umum MUI Jatim saat memberikan sambutan pada Rakerda MUI Lamongan. (Foto: NOJ/Anita)

Lamongan, NU Online Jatim

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lamongan usai menggelar Rapat Kerja (Raker) pada Senin (28/12/2020).
Agenda raker tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum MUI Jawa Timur, KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah. Kiai yang masyhur dikenal dengan panggilan Kiai Mutawakkil tersebut menyampaikan beberapa poin yang termaktub dalam penyampaian sambutan.

 

"Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sebagaimana umumnya akan membahas perencanaan program tindak lanjut dari Rakerda sebelumnya," katanya.

 

Mantan Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur tersebut memaparkan bahwa ada beberapa aspek yang menjadi poin penting untuk diperhatikan oleh MUI se-Jawa Timur.


"Pertama adalah MUI itu mitra pemerintah. Dalam mendukung berbagai aspek pembangunan, seperti karakter pendidikan hingga ekonomi. Dalam hal ini ekonomi menggunakan kekuatan spiritualitas dan religiusitas sebagai inspirasi kemaslahatan bersama. Kedua, Platform dari MUI adalah menjadi mediasi, antara pemerintah dan masyarakat. Melalui pelayanan keumatan, MUI harus menjaga relasi ideal dan harmonis dengaan masyarakat," paparnya.

 

Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong tersebut juga menekankan bahwa MUI memiliki tantang tersendiri khususnya dalam peletakan nilai-nilai agama.

 

"MUI mempunyai tantangan meletakkan nilai-nilai agama sebagai inspirasi masyarakat. Karena banyaknya faham yang mempertentangkan antara agama dengan negara," ungkapnya.

 

Hal tersebut diyakini oleh Kiai Mutawakkil akan mengancam eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila sebagai perekat bangsa.


"Faham seperti ini apabila dibiarkan akan mengancam eksistensi NKRI dan pancasila sebagai perekat bangsa. Apalagi Indonesia itu Negara Kesatuan bukan Negara Agama," jelasnya.

 

Kiai Mutawakkil juga menerangkan bahwa penting adanya evaluasi dalam kegiatan Rakerda.


"Rakerda bertujuan untuk mengevaluasi program yang sudah berjalan dan membuat percepatan untuk program yg masih menyimpan persoalan," ujarnya.

 

Tak hanya itu, Kiai Mutawakkil menegaskan bahwa MUI harusnya tidak lepas dari khittah.

 

"Kita tidak boleh lepas dari momentum khittah Majelis Ulama Indonesia itu sendiri," pungkasnya.

 

 

Editor: Risma Savhira


Pantura Terbaru