• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Pantura

Pertahankan Tradisi, Madrasah di Tikung Lamongan Santuni Yatim

Pertahankan Tradisi, Madrasah di Tikung Lamongan Santuni Yatim
Pemberian santunan kepada yatim di MI Progresif Khoirul Huda, Soko, Tikung, Lamongan. (Foto: NOJ/M Idris Muzaki)
Pemberian santunan kepada yatim di MI Progresif Khoirul Huda, Soko, Tikung, Lamongan. (Foto: NOJ/M Idris Muzaki)

Lamongan, NU Online Jatim
Setiap 10 Muharram Madrasah Ibtidaiyah Progresif Khoirul Huda, Soko, Tikung, Lamongan mengadakan santunan bagi yatim dan piatu. Kegiatan dalam rangka memeriahkan 10 Muharram dan digelar Kamis (19/08/2021) di aula madrasah.

 

“Santunan ini diberikan sebagai wujud kepedulian kepada anak-anak yatim dan piatu, juga rutinitas madrasah setiap tahun,” kata kepala madrasah, Zuhrotun Ni'mah.

 

Dirinya menjelaskan bahwa santunan diberikan secara simbolis kepada sebelas anak perwakilan dari tiap Desa Soko. Dikarenakan kondisi pandemi yang tidak memungkinkan untuk mengumpulkan semua peserta dalam satu tempat.

 

“Maka kegiatan pada hari ini dibatasi serta memperhatikan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.

 

Di penghujung sambutan, Zuhrotun berharap seluruh elemen dapat bersinergi dengan madrasah. Juga mengajak badan otonom di bawah naungan Nahdlatul Ulama memeriahkan kegiatan keagamaan agar tetap kondusif dan berkembang.

 

“Kami mengapresiasi jajaran dewan gurut  yang telah menyemarakkan kegiatan 10 Muharram dengan santunan dan kegiatan bermanfaat,” ungkapnya. 

 

Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari guru madrasah mengemukakan bahwa tradisi mengisi Muharram dengan menyantuni yatim melanjutkan pesan ulama.

 

“Bulan Muharram merupakan bulan anak yatim. Oleh karena itu, sesuai pesan para ulama terdahulu agar memberikan santunan kepada anak yatim,” kata Khoirul Huda.

 

Habib, sapaannya mengemukakan untuk tahun ada 11 anak yatim warga desa setempat yang disantuni. Mereka dikumpulkan dan diberikan bingkisan sekaligus uang saku dan beasiswa. 

 

“Diharapkan bantuan bisa membuat hati anak yatim ini senang dan bahagia,” katanya.

 

Dikemukakan bahwa pihak madrasah juga mengajak siswa dan siswi terlibat sebagai pembelajaran dan pembiasaan berbuat baik kepada anak yatim. 

 

“Ini juga bertujuan mendekatkan siswa dengan masyarakat,” tuturnya.


Dengan mematuhi protokol kesehatan, acara dikemas dalam santunan anak yatim, doa bersama dan istighotsah untuk keselamatan bangsa. 

 

Penulis: M Idris Muzaki

Editor: Syaifullah


Editor:

Pantura Terbaru