• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 26 September 2022

Parlemen

Pansus Raperda Pesantren Terus Upayakan Penyetaraan Lembaga

Pansus Raperda Pesantren Terus Upayakan Penyetaraan Lembaga
Samsul Arifin, Anggota DPRD Jatim. (Foto: NOJ/istimewa)
Samsul Arifin, Anggota DPRD Jatim. (Foto: NOJ/istimewa)

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Jawa Timur tentang Pondok Pesantren sampai saat ini masih bergulir di DPRD Provinsi Jatim. Raperda ini dibuat sebagai fasilitas dalam bentuk pengakuan Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan dalam mencerdaskan anak bangsa.

 

Pengakuan ini menurut anggota Panitia Khusus (Pansus) Raperda Pondok Pesantren, Samsul Arifin, ada kesamaan pemberian layanan layaknya pendidikan umum seperti biasanya, dan hal ini tidak hanya sekadar formalitas. Tapi dalam bentuk riil, maksudnya lulusan pondok pesantren dapat pengakuan secara umum dan diterima di semua kelembagaan.

 

"Ada kesamaan fasilitasi yang bisa kita lakukan terhadap semua pesantren, tentunya kesamaan itu tidak harus sama. Ada pengakuan secara formal dan itu tidak hanya sebatas formalitas. Pengakuan dalam bentuk keahlian yang ada di dalamnya. Maksudnya ada kesetaraan keilmuan yang harus dihargai," kata Samsul saat ditemui di ruangannya, Selasa (09/03/2021).

 

Bahkan, Cak Sam panggilan akrabnya mengungkapkan, keilmuan yang ada di pesantren melebihi keilmuan yang berada di sekolah formal biasa. Ia mencontohkan seperti seperti mantik atau ilmu logika yang biasa diajarkan di universitas, ternyata sudah diajarkan di madrasah tsanawiyah atau setingkat SMP.

 

"Pesantren ini jangan hanya dipandang sebagai pendidikan agama saja. karena pada dasarnya pendidikan agama yang di dalamnya mencakup pendidikan umum juga," ujarnya.

 

Dirinya melanjutkan, bahwa Pansus harus bisa melihat potensi-potensi besar pesantren.

 

"Secara otomatis Pansus saat ini harus bisa memilah dan mengetahui, dimana potensi-potensi pesantren yang itu kemudian bisa diakui sebagai lumbung ilmu yang mau tidak mau, ini sebagai penguatan NKRI," lanjut pria berdarah Bangkalan ini.

 

Tidak hanya itu, anggota dewan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) ini juga menekankan agar pemerintah dapat memberikan anggaran dana terhadap penguatan keilmuan di pesantren. Dukungan ini sangat diperlukan demi berkembangnya dan kemajuan lembaga pendidikan berbasis agama.

 

"Harusnya seperti itu, untuk memfasilitasi pengembangan pondok pesantren. Bagaimana pesantren ini tidak hanya berkembang secara fisik, besar begitu saja, tapi kemudian kualitas di dalamnya itu jauh lebih bisa terawat," ujarnya.

 

Selain itu, demi memperbanyak serta menguatkan referensi dalam pembuatan Raperda Pondok Pesantren ini, Cak Sam mengungkapkan, akan melakukan safari silaturahim terhadap para kiai-kiai di Jatim.

 

"Teman-teman sudah mengagendakan itu," pungkasnya.

 

Editor: Risma Savhira


Parlemen Terbaru