• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 1 Desember 2022

Parlemen

Pimpinan DPRD Jatin Minta Tiga Indikator Utama Jadi Prioritas Pemprov Jatim

Pimpinan DPRD Jatin Minta Tiga Indikator Utama Jadi Prioritas Pemprov Jatim
Kegiatab ekonomi masyarakat. (Foto: NOJ/pr)
Kegiatab ekonomi masyarakat. (Foto: NOJ/pr)

Surabaya, NU Online Jatim

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Anik Maslachah meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim prioritaskan tiga Indikator Kinerja Utama (IKU) di tahun 2021. 

 

Menurut Anik, ketiga indikator tersebut sangat fundamental untuk terus ditingkatkan oleh Pemprov Jatim, sebab berkaitan langsung dengan kondisi kesejahteraan masyarakat. 

 

Dari pentingnya meningkatkan ketiga indikator ini, Anik katakan tidak ada alasan untuk tidak mengembangkannya, bahkan dengan dalih pandemi sekalipun. 

 

"Ya tetapi kita juga memahami karena memang kontraksi ekonomi itu terjadi seluruh dunia termasuk Indonesia. Tetapi itu bukan menjadi sebuah kelaziman yang tidak ada upaya kerja perbaikan," kata Anik saat ditemui di DPRD Jatim, Selasa (27/04/2021). 

 

Indikator pertama yang menjadi catatan penting yakni Pertumbuhan ekonomi Jatim tahun 2020 mengalami penurunan -2,39. 

 

Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kepemimpinan Gubernur Khofifah-Emil di tahun 2021. Menurut Anik hal ini akan diobati jika pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan sektor pertanian terus digalakkan. 

 

"Ke depan agar sektor sektor pertanian dan UMKM lebih menjadi perhatian dan diperbesar alokasi anggarannya karena menyangkut banyak populasi dan terbukti mampu meminimalisir potensi gejolak sosial akibat hantaman krisis," ujar Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

 

Indikator kedua yang tidak kalah pentingnya yakni persentase penduduk miskin yang mengalami kenaikan menhajadi 11,46 persen dari sebelumnya 10,20 persen. 

 

“Indikator angka kemiskinan ini tidak hanya terjadi di desa-desa, kenaikan kemiskinan sampai menyenti warga yang berada di kota-kota,” ungkapnya.

 

Indikator yang ketiga yaitu Angga pengangguran terbuka (TPT).

 

“Angka TPT di Jatim naik menjadi 5,84 persen dari 3,82 persen pada tahun 2019,” terangnya.

 

Anik mengingatkan agar Pemprov Jatim bersungguh-sungguh melakukan berbagai terobosan untuk penciptaan lapangan kerja baru. Memperkuat program dan kegiatan yang berorientasi pada penciptaan wirausaha baru yang diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. 

 

"IKU indeks reformasi birokrasi kinerja birokrasi dari tahun ke tahun dilaporkan selalu meningkat, namun harus disadari masih banyak keluhan masyarakat terhadap fungsi pelayanan masyarakat. Rekomendasi para aparatur Provinsi Jatim untuk dengan sungguh-sungguh melaksanakan visi misi gubernur dengan wujudkan good goverance," pungkasnya.

 

Editor: Risma Savhira


Parlemen Terbaru