• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 27 Januari 2023

Pemerintahan

76 Gerai Samsat OPOP Diluncurkan di 76 Pesantren di Jatim

76 Gerai Samsat OPOP Diluncurkan di 76 Pesantren di Jatim
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meluncurkan gerai Samsat OPOP di 76 pesantren di Jawa Timur. (Foto: Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meluncurkan gerai Samsat OPOP di 76 pesantren di Jawa Timur. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Mojokerto, NU Online Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melaunching 76 gerai Samsat One Pesantren One Product (OPOP) yang tersebar di 76 pesantren di Jawa Timur. Launching dipusatkan di Pesantren Amanatul Ummah, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (30/10).

 

Peluncuran gerai Samsat OPOP ini dimaksudkan untuk memberi kemudahan pelayanan bagi warga pesantren dan sekitar pesantren dalam memenuhi kewajiban membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

 

Peluncuran layanan Samsat OPOP Berbasis Ponpes yang hadir pertama kali di Indonesia bertema Pesantren Berdaya, Masyarakat Sejahtera itu ditandai dengan penekanan layar virtual oleh Gubernur Khofifah didampingi Bupati Mojokerto Ikfina Fatmawati, Pengasuh Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim, Kepala Dinas Bapenda Jatim Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno, Kacab PT Jasa Raharja Jatim Hervanka Tri Dianto, Dirut Bank Jatim Busrul Iman, dan PAUR Samsat Surabaya Utara AKP Mulya Sugiharto.

 

Gubernur Khofifah menyampaikan, layanan Samsat OPOP yang diinisiasi Bapenda Provinsi Jatim tersebut merupakan inovasi pengembangan dari layanan Payment Point Online Banking (PPOB) yang sudah berjalan. Tujuannya, memberikan kemudahan pelayanan kepada warga pesantren dalam memenuhi kewajibannya membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

 

Selain itu, mendukung pengembangan usaha-usaha yang dimiliki Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis Ponpes maupun warga di sekitar pesantren.

 

"Layanan ini merupakan inovasi layanan sebagai bagian dari program One Pesantren One Product (OPOP) yang diinisiasi Pondok Pesantren bekerjasama dengan Samsat dan Bank Jatim. Semoga layanan berbasis pesantren semakin dekat, murah dan efektif sehingga membawa kemanfaatan besar bagi masyarakat sekitar," tuturnya.

 

Samsat OPOP berbasis pesantren sendiri, kata Khofifah, pernah dilakukan uji coba di empat titik dan sempat melihat proses yang berjalan di Kab. Nganjuk. Kemudian kita kordinasikan  kemungkinan adanya pengembangan karena jangkauan wilayah di Jawa Timur luas sekali. Memang dibutuhkan kecepatan layanan, kedekatan layanan sehingga semua bisa memudahkan.

 

"Saya rasa format-format yang makin memudahkan dan  mempercepat semua layanan  akan terus kita maksimalkan dan kita juga bisa melihat format yang sudah dilakukan ini cashless. Misalnya sedang bertugas di daerah mana bahkan di negara mana juga  bisa dilakukan. Jadi transformasi digital di lingkungan bapenda Insyaallah sudah berjalan cukup advance," tuturnya.

 

Dalam penerapannya, wajib pajak akan mendapatkan SMS bukti pembayaran yang di dalamnya terdapat link E-TBPKP (Tanda Bukti Pelunasan Kewajiban Pembayaran) berbasis QR Code yang dapat dicetak secara mandiri dan sebagai bukti pembayaran yang sah tanpa harus datang ke Kantor Bersama Samsat.

 

"Inovasi Samsat OPOP sangat selaras dengan kondisi pandemi yang masih berlangsung sampai saat ini, dimana masyarakat cenderung mengurangi  untuk mendatangi tempat layanan publik seperti Kantor Bersama Samsat," ujarnya.

 

Hingga saat ini, di Jawa Timur terdapat lebih dari 6.000 pesantren. Khofifah pun berharap Inovasi Samsat OPOP dapat dikembangkan di pondok-pondok pesantren yang tersebar di seluruh Jawa Timur.

 

"Dengan demikian, keberadaannya dapat memberikan kontribusi dengan meningkatkan pendapatan dari usaha-usaha pondok pesantren yang sudah ada," pungkas Gubernur Khofifah yang juga menjabat sebagai Ketua PP Muslimat NU tersebut.

 

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Khofifah. Melalui layanan Samsat OPOP, mampu memberikan motivasi, bantuan, dorongan untuk kebangkitan ponpes-ponpes lainnya di Jatim.

 

"Saya meminta kepada 76 para pengasuh ponpes lainnya, turut mendukung dan merespon sebaik-baiknya, sehingga ponpes bisa disiplin membayar pajak sekaligus mandiri secara ekonomi," ungkapnya.


Pemerintahan Terbaru