• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 26 November 2022

Pemerintahan

OPOP Jatim Luncurkan Smart Pesantren, Aplikasi Database Santri

OPOP Jatim Luncurkan Smart Pesantren, Aplikasi Database Santri
M Luthfillah Habibi, inisiator Smart Pesantren. (Foto: NOJ/Anita)
M Luthfillah Habibi, inisiator Smart Pesantren. (Foto: NOJ/Anita)

Surabaya, NU Online Jatim

One Pesantren One Product (OPOP) Expo 2020 masih berlangsung hingga Minggu (20/12/2020). Selepas dibuka oleh Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, ada banyak serangkaian acara yang digelar. Salah satu acara tersebut yakni pelatihan Smart Pesantren pada Sabtu (19/12/2020). 

 

Kemajuan teknologi utamanya teknologi kolektif berbasis data menjadi dasar terciptanya smart pesantren. M Luthfillah Habibi, inisiator Smart Pesantren memaparkan bahwa Smart Pesantren adalah aplikasi manajemen database santri yang dibuat oleh tim dari Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur.


"Smart Pesantren adalah aplikasi manajemen database santri yang dibuat oleh tim dari Sidogiri untuk pondok pesantren di Jawa Timur," katanya.

 

Gus Lutfi, sapaan karibnya, menerangkan dirintisnya Smart Pesantren karena kurangnya perhatian pada database santri di Jawa Timur.


"Pesantren di Jawa Timur tidak banyak yang memiliki database santri yang baik, padahal jumlah santrinya diatas seribu. Mayoritas pesantren menggunakan Microsoft Excel, atau paling tidak menggunakan Microsoft Access. Sedangkan database santri sangat diperlukan konektivitasnya untuk aplikasi-aplikasi lainnya," paparnya.

 

Menurut Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut digitalisasi data adalah hal yang sangat penting.


"Sinergi dengan beberapa aplikasi lainnya masih kesulitan. Padahal di era digitalisasi data, hal ini yang sangat penting," terangnya.

 

Lebih lanjut, alumni Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia Bogor tersebut menegaskan bahwa keikutsertaan dalam kemajuan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi menjadikan penilaian kepada pesantren agar tidak tertinggal dengan kemajuan teknologi.


"Kalau kita tidak mau dihegemoni oleh perubahan itu, kita harus membuat warna. Sesuai dengan yang dipaparkan oleh Bu Khofifah Indar Parawansa, bahwa pesantren akan dlibatkan sebagai subjek. Oleh karena itu, aplikasi ini juga termasuk bagian agar pesantren memberi warna dalam era digital. Bukti bahwa pesantren itu keren, tidak gagap teknologi," pungkasnya.

 

 

Editor: Risma Savhira


Pemerintahan Terbaru