• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 20 April 2024

Pemerintahan

Pemkot Malang Serahkan Bantuan kepada Keluarga Risiko Stunting dan Inflasi

Pemkot Malang Serahkan Bantuan kepada Keluarga Risiko Stunting dan Inflasi
Pj Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS) dan terdampak inflasi. (Foto: NOJ/ Dok. Prokopim Setda Kota Malang)
Pj Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS) dan terdampak inflasi. (Foto: NOJ/ Dok. Prokopim Setda Kota Malang)

Malang, NU Online Jatim

Penjabat (Pj) Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS) dan yang terdampak inflasi di Kantor Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Ahad (03/12/2023). Kegiatan ini merupakan agenda yang di inisiasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang.


Permasalahan stunting dan inflasi menjadi perhatian utama dan harus ada intervensi dari pemerintah. Terlebih stunting dan inflasi ini saling berkaitan. Inflasi yang tak terkendali tentu akan berdampak pada daya beli masyarakat. Imbasnya pemenuhan bahan pangan masyarakat juga akan terpengaruh.


“Maka hari ini kami akan berikan intervensi, selain untuk mengatasi dampak inflasi, namun juga untuk stunting. Karena salah satu penanganan stunting adalah dengan memberikan gizi yang baik," katanya.


Pihaknya berharap, melalui bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan memberikan gizi yang cukup bagi keluarga. "Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi Ibu Bapak semua. Dan apabila ada hal-hal terkait stunting silakan laporkan ke kepala desa agar ada penanganan. Nanti akan dikoordinasikan dengan kecamatan dan Puskesmas," terangnya.


Sementara itu, Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan Hariadi menyampaikan, dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan akses dan menjamin ketersediaan pangan yang berkualitas bagi masyarakat rentan di Kota Malang.


"Diharapkan masyarakat rentan yang terdampak inflasi ini tetap dapat mengakses pangan dan mengalokasikan pendapatan untuk kebutuhan lain. Dengan demikian daya beli masyarakat dapat juga terjaga," tuturnya.


Slamet telah menyiapkan 3.220 paket yang akan disalurkan kepada warga KRS. Sasaran bantuan ini adalah KRS tidak mampu yang masuk dalam DTKS dan belum pernah menerima bantuan dalam tiga bulan terakhir.


“Kita akan didistribusikan ke 5 kecamatan di Kota Malang dengan rincian sebagai berikut, 733 paket untuk Kecamatan Blimbing, 395 paket untuk Kecamatan Klojen, 861 paket untuk Kecamatan Kedungkandang. Sementara itu Kecamatan Lowokwaru menerima 373 paket dan Sukun menerima 858 paket,” jelasnya.


Menurutnya, masing-masing paket yang disalurkan terdiri dari beras premium 5 kg, daging ayam 1 kg, telur ayam ras 10 butir, ikan kembung 500 gram, bawang merah 250 gram, cabai merah 250 gram, tomat 1 kg, wortel 500 gram, buncis 300 gram, jeruk siam madu 1 kg, dan susu UHT 1 liter.


"Komoditi yang kami salurkan ini merupakan bahan pangan yang direkomendasikan untuk penanganan stunting dan komoditi yang mengalami kenaikan harga dalam tiga bulan terakhir," tandasnya.


Pemerintahan Terbaru