• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Pendidikan

Lulusan Wisudawan FAI Unisma Harus Siap Berperan terhadap Peradaban Dunia

Lulusan Wisudawan FAI Unisma Harus Siap Berperan terhadap Peradaban Dunia
Pembekalan wisudawan Fakultas Agama Islam (FAI) Unisma. (Foto: Istimewa)
Pembekalan wisudawan Fakultas Agama Islam (FAI) Unisma. (Foto: Istimewa)

Malang, NU Online Jatim
Prof. M. Mas'ud Said, Ph.D, Direktur Pasca Sarjana Universitas Islam Malang (Unisma) mengatakan, lembaga pendidikan tinggi khususnya di Jawa Timur harus lebih dapat memastikan calon wisudawan untuk turut berkontribusi kepada Indonesia Emas 2045 dan berperan kepada peradaban dunia.


Hal ini disampaikan dalam acara pembekalan Wisudawan Fakultas Agama Islam (FAI) Unisma yang hadir secara luring menyimak dengan seksama, Kamis (12/05/2022).


“Ini juga terkait dengan tantangan Indonesia ke dapan dihubungkan dengan kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka ( MBKM ) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek,” katanya.


Pentingnya Mutu Pendidikan
Prof Mas'ud Said dengan gayanya yang khas penjabarkan intisari tagline Unisma dari NU, untuk Indonesia dan peradaban dunia dihubungkan dengan tugas lulusan Unisma di masyarakat dan lingkungan yang berubah cepat.


"Tagline yang terinspirasi dari nilai-nilai Aswaja yakni tawassuth (berada di tengah), tawazzun (toleran), ta'awwun (saling bantu-kontributif), i'tidal (bersikap adil) dipandang pas dengan tantangan Indonesia ke depan. Dan kebutuhan untuk menjawab tantangan peradaban dunia di masa yang akan datang sekarang masih belum adil dan belum seimbang antara berbagai tempat di dunia," jelasnya.


Mantan staf ahli Kemensos ini mengingatkan bahwa alumni Unisma harus berkontribusi pada lingkungan dengan menguatkan ilmu pengetahuannya, memperkuat karakter atau akhlak dan menguatkan gerakan untuk merubah peradaban dunia yang lebih tertib, lebih damai, sejahtera dan multikultural.


“Kalau lulus harus tetap menjaga peradaban dengan karakter yang kuat. Tentu dengan kemampuan masing-masing dimulai dari lingkungan terkecil, bahkan pertama dari diri sendiri,” ungkapnya.


Ketua ISNU Jatim yang memiliki pengalaman nasional dan menjadi salah satu ilmuwan muslim di MUI itu meyakinkan bahwa apabila lulusan-lulusan itu menyempurnakan ilmunya dengan mengambil jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau membekali pengalaman yang lebih luas.


“Dengan menjaga karakter dan jati diri maka akan menjadikan Indonesia dan dunia lebih baik,” pungkasnya.


Tampak hadir dalam acara yudisium itu jajaran Dekanat Drs H. Anwar Sa'dullah, Dr. H. Muh. Hanief dan Dr. Rosichin Mansur.


Turut mendampingi pula Kaprodi Magister PAI dan HKI Pascasarjana, Dr. Afifulloh, M.Pd, Dr Nur Hasan, Dr M. Muslim, Dr Sulistiono, Dr Fita Mustafida dan Dr Mutiara Sari dengan para dosen dan karyawan sebagai panitia penyelenggara.


Pendidikan Terbaru