• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 26 November 2022

Pendidikan

PBA UIN Malang Jelaskan Pentingnya Kolaborasi di Era Modern

PBA UIN Malang Jelaskan Pentingnya Kolaborasi di Era Modern
PBA UIN Malang jelaskan pentingnya kolaborasi di era modern. (Foto: NOJ/kompasiana)
PBA UIN Malang jelaskan pentingnya kolaborasi di era modern. (Foto: NOJ/kompasiana)

Malang, NU Online Jatim
Kampus Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang dalam menjalankan peluang dan tantangan implementasi kurikulum merdeka mendapatkan respon positif oleh mahasiswa pada bulan lalu.


Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (HMPS PBA) mewadahi minat dan perhatian mahasiswa dengan menggelar acara yang bertajuk ‘Mengenal Lebih Dekat Kurikulum Merdeka Kampus Merdeka Jurusan Pendidikan Bahasa Arab’.


Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa PBA mulai semester satu sampai akhir. HMPS PBA menghadirkan Dr. Nuril Mufidah, M.Pd sebagai narasumber pada kegiatan ini dan membawakan cerita perjumpaannya dengan beberapa mahasiswa UNPAD di Sudan dalam rangka menempuh mata kuliah kemahiran berbicara bahasa Arab (kalam).


Mahasiswa tertarik untuk mengetahui lebih lanjut langkah-langkah, tips dan trik yang bisa dipersiapkan untuk memperoleh kesempatan belajar sebagian mata kuliah di perguruan tinggi luar. Di akhir sesi tanya jawab ini narasumber memberikan informasi tentang pentingnya kolaborasi di era modern.


“Kompetisi pada saat ini adalah kemampuan berkolaborasi. Siapa yang paling cakap berkolaborasi maka akan semakin dekat dengan kesuksesan,” kata Dr. Nuril Mufidah, M.Pd.


Menurutnya, kurikulum merdeka memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berkolaborasi secara global dan semua dihadapkan pada dua pilihan saja yaitu mau atau tidak mau. Kehidupan di era modern ini membuka banyak kemudahan, kemungkinan, peluang, dan juga tantangan.


“Maka mahasiswa hendaknya mendeteksi dan mengambil sebanyak-banyaknya peluang. Semua kemungkinan ini akan terbuka jika mahasiswa aktif menjadi subjek. Begitulah memang salah satu poin dari kurikulum merdeka, yaitu mahasiswa sebagai subjek atau berpusat kepada mahasiswa,” jelasnya.


Pendidikan Terbaru