• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Pendidikan

Peran Aktif KSM Unisma Cegah Keracunan Pestisida di Malang

Peran Aktif KSM Unisma Cegah Keracunan Pestisida di Malang
Pemeriksaan kesehatan bagi warga setempat. (Foto: NOJ/humas)
Pemeriksaan kesehatan bagi warga setempat. (Foto: NOJ/humas)

Malang, NU Online Jatim

Banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui pentingnya bahaya dari pestisida yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan adalah hal yang sangat beresiko untuk mereka. Oleh karena itu, mahasiswa dari Universitas Islam Malang (Unisma) yang tergabung dalam Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Tematik kelompok 83 yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Rio Risandiansyah melaksanakan kegiatan sosialisasi di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Sosialisasi ini mengenai bahayanya pestisida bagi kesehatan dan bagaimana melakukan pertolongan pertama saat terjadi keracunan pestisida.

 

Kepala Desa Selorejo Bambang Soponyono mengungkapkan permasalahan terbesar yang terjadi di Desa Selorejo adalah tingginya angka keracunan pestisida di sektor pertanian jeruk. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan warga mengenai bahaya pestisida dan cara penanganan pertama ketika terjadi keracunan pestisida.

 

“Angka keracunan pestisida di Desa Selorejo masih cukup tinggi, tapi selama ini pengobatan yang kami lakukan hanya sebatas diberikan air kelapa guna menetralkan racun yang ada didalam tubuh,” ujarnya.

 

Mahasiswa KSM Tematik kelompok 83 menjelaskan kepada warga Desa Selorejo terkait penanganan pertolongan pertama yang benar. Keracunan pestisida bisa melalui beberapa cara seperti melalui kulit, mata dan saluran pernafasan. Pada konteks ini jika terkena pada mata dan kulit bisa menggunakan air mengalir di area yang terkena, dan jika terkena pada saluran pernafasan bisa ditangani dengan melonggarkan pakaian korban dan memposisikan dagu mendongak ke atas untuk melancarkan udara yang masuk.

 

“Kami berharap semoga dengan kegiatan sosialisasi dan pembagian alat pelindung diri ini dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya pestisida dan mengurangi angka keracunan pestisida di Desa Selorejo” ujar Shalwa J Rheabaks, Ketua KSM Tematik kelompok 83.

 

Seperti yang diketahui, penyemprotan pestisida tanpa alat pelindung diri yang mumpuni dapat menyebabkan keracunan dan resiko penyakit kronis. Beberapa warga bahkan memiliki pengetahuan yang minim terkait pertolongan pertama yang harusnya diberikan ketika terjadi keracunan pestisida.

 

Setelah kegiatan ini, warga Desa Selorejo mulai menerapkan penggunaan APD lengkap dan mengetahui bagaimana melakukan pertolongan pertama keracunan pestisida. Hal ini diketahui melalui hasil post-test dan kunjungan ulang setelah sosialisasi dilaksanakan.

 

Selain melakukan sosialisasi bersama warga Desa Selorejo, mahasiswa Unisma juga melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian Alat Pelindung Diri (APD) yang dapat digunakan saat melakukan penyemprotan pestisida oleh warga yang sering terdampak keracunan pestisida.

 

Proses pemeriksaan kesehatan dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah warga, dilanjutkan dengan sosialisasi yang berlangsung dalam 3 gelombang guna mencegah kerumunan dan menekan penyebaran Covid-19. Alat perlindungan diri seperti masker juga tetap digunakan selama proses sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan.


Pendidikan Terbaru