• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Pendidikan

LKMM FEB UNISMA Bekali Mahasiswa Analisis Sosial dalam Kepemimpinan

LKMM FEB UNISMA Bekali Mahasiswa Analisis Sosial dalam Kepemimpinan
Muhammad Nuruddin saat menjelaskan analisis sosial dalam kepemimpinan. (Foto: NOJ/humas)
Muhammad Nuruddin saat menjelaskan analisis sosial dalam kepemimpinan. (Foto: NOJ/humas)

Malang, NU Online Jatim

LKMM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) 2020 yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) merupakan salah satu program kerja untuk mengkader mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa mengikuti kegiatan organisasi serta membentuk jiwa kepemimpinan yang berkualitas, siap dan berkomitmen dalam menjalankan amanah.

 

Salah satu materi yang dijadikan pijakan untuk mewujudkan visi dan misi FEB Unisma adalah materi analisis sosial dalam kepemimpinan. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Leadership and Management Series 4 ini mendatangkan narasumber Muhammad Nuruddin, Tenaga Ahli Utama Kementerian Desa dan Ketua IKA Unisma pada Sabtu (04/09/2021). Kegiatan yang digelar via Zoom ini dihadiri oleh 900 mahasiswa baik dari Program Studi Akuntansi, Manajemen dan Perbankan Syariah.

 

Dekan FEB Unisma, Nur Diana dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai agent of change dan social control harus memiliki memiliki jiwa kepemimpinan yang peka terhadap permasalahan di masyarakat dan mampu memecahkan problem tersebut.

 

“Dalam rangkaian leadership and management series 4 ini merupakan materi unggulan dalam rangkaian kegiatan LKMM FEB Unisma dimana mahasiswa akan diarahkan untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai situasi sosial dengan menelaah kaitan-kaitan sejarah, struktur dan konsekuensi masalah. Analisis sosial akan mempelajari struktur sosial, mendalami fenomena-fenomena sosial, kaitan-kaitan aspek politik, ekonomi, budaya dan agama,” katanya.

 

Diana berharap dalam latihan kepemimpinan merupakan upaya pendidikan karakter bagi mahasiswa dalam bentuk pengembangan soft skill.

 

“Sehingga mahasiswa mampu berpikir kritis dan memecahkan berbagai permasalahan dan peristiwa  faktual yang terjadi pada  masyarakat, negara maupun lingkungan sekitar nya sesuai dengan pola pikir dan informasi yang dipahami,” harapnya.

 

M. Nuruddin menyampaikan bahwa kepemimpinan sebagai suatu proses seorang individu mempengaruhi sekelompok individu untuk mencapai tujuan bersama. Untuk meningkatkan mutu kepemimpinan harus meningkatkan kemampuan berorganisasi dan kesadaran politik sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab.

“Dalam kepemimpinan demokratis setidaknya ada tiga hal yang harus dipenuhi yakni mendistribusikan tanggung jawab, memberdayakan orang lain dan membantu orang lain dalam proses deliberasi,” tuturnya.

 

Dalam proses pembuatan keputusan sebenarnya adalah prosea analisis sosial yang dimulai dengan identifikasi masalah yang membutuhkan kerangka pemahaman dari berbagai aspek politik, ekonomi, budaya. Kemudian adakah alternatif jika masalah ini ditetapkan yang kemudian dilakukan evaluasi keputusan.

 

Menurutnya kepemimpinan yang baik itu harus memiliki visi, komunikasi, kepercayaan diri dalam membangun nilai-nilai kemanusiaan. Sehingga dengan hal ini harus bisa membedakan hakikat pemimpin, manajer dan fasilitator.

 

“Pemimpin itu fokus melakukan sesuatu yang benar, berorientasi ke depan, kosentrasi pada apa dan mengapa, berpikir pada inovasi dan pengembangan serta menginspirasi pembaharuan. Ini sangat berbeda dengan tugas dan fungsi manajer maupun fasilitator,” terangnya.

 

Lebih lanjut narasumber yang akrab dipanggil Gusdin ini menjelaskan konsep kepemimpinan dalam konteks analisis sosial. Menurutnya jantung kepemimpinan adalah pembuatan kebijakan dan keputusan yang dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan seorang pemimpin.

 

“Bagaimana gaya seorang pemimpin dalam memerintah, menuntun atau menginspirasi, menggerakkan orang-orang untuk mencapai tujuan, sekaligus membuat orang-orang makin kompak dan bersatu padu. Sehingga kepemimpinan bukan sekedar status dan simbol harus bekerja sehingga mampu membuat keputusan yang benar dan berkualitas,” ungkapnya.

 

Pada akhir paparannya Gusdin memberikan nasehat kepada peserta LKMM dengan mengutip seorang agamawan, politisi, dan filsuf besar abad ke-20 dari Pakistan yaitu Muhammad Iqbal.

 

“Di tempat ini tidak ada jalan untuk berhenti, sekejap anda berhenti anda akan dilibas oleh perubahan zaman. Anak muda tataplah dengan mata anda sekalian jangan gunakan mata orang lain. Generasi muda harus percaya diri terhadap pilihan rasional yang diambil dan dapat mempertanggung jawabkannya,” pesannya.


Pendidikan Terbaru