• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Pendidikan

Prodi Kesmas Unusa Angkat Isu Strategi Kesehatan Masyarakat Pesantren

Prodi Kesmas Unusa Angkat Isu Strategi Kesehatan Masyarakat Pesantren
Prodi Kesmas Unusa angkat isu strategi kesehatan masyarakat pesantren. (Foto: NOJ/Humas)
Prodi Kesmas Unusa angkat isu strategi kesehatan masyarakat pesantren. (Foto: NOJ/Humas)

Surabaya, NU Online Jatim
Program Studi (Prodi) S1 Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggelar 4th Annual Scientific Meeting. Kegiatan ini mengangkat isu strategi kesehatan masyarakat pesantren bertajuk ‘Sinergi Menuju Pesantren Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Harmonis di Jawa Timur)’. Acara yang digelar di Auditorium lantai 9 Unusa Tower sekaligus launching Pesantren Bersahaja, Kamis (29/09/2022).


Dalam acara itu, Unusa menghadirkan tiga narasumber M. Nyoto S.KM., M.Kes yang merupakan Kepala bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinisi Jawa Timur, Dr H. Mohammad Nur Ibadi kasi Pondok pesantren (Ponpes) Kantor wilayah Kementrian Agama Jawa Timur dan Achmad Syafiuddin, S.Si., M.Phil., Ph.D Dosen Unusa.


Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng mengatakan, pesantren bersahaja merupakan salah satu ide pemikiran yang bagus dari dosen maupun mahasiswa prodi S1 Kesmas. Ini sejalan dengan program Menteri Kesehatan dengan membuat Pesantren Sehat.


"Level kesehatan di pesantren harus ditingkatkan, dimana langkah ini harus terus dibenahi menjadi lebih baik kedepannya," ujarnya.


Melalui pesantren bersahaja, Unusa mengajak kyai dan santri untuk menjadi duta kesehatan pesantren. Dimana pesantren yang sehat bisa diukur dari kebersihan pondok pesantren itu sendiri. Dengan langkah ini bisa berdampak pada lingkungan pesantren yang juga semakin sehat dan bersih.


“Langkah kecil yang dilakukan di Jepang dengan membersihkan kotoran atau sampahnya sendiri. Dengan langkah itu membuat pribadi kita lebih peduli akan lingkungan tersebut," ungkapnya.


Sementara Dosen Unusa, Achmad Syafiuddin, S.Si., M.Phil., Ph.D menerangkan permasalahan kesehatan di Ponpes tersebut lebih banyak disebabkan karena air yang ada pada pondok tersebut.


"Sehingga tidak jarang santri mengalami penyakit seperti kudis atau scabies yang di sebabkan karena masalah kualitas air yang digunakan," terangnya.


Kepala bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinisi Jawa Timur, M. Nyoto S.KM., M.Kes menambahkan, saat ini pemerintah tengah serius mengatasi hal tersebut dengan memenuhi kebutuhan air bersih bagi pondok pesantren. "Sehingga santri dengan nyaman saat belajar karena air yang digunakan lebih baik," paparnya.


Dengan adanya pesantren bersahaja, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat terbantu. Jadi masalah ini bisa diatasi bersama untuk mengatasi permasalahan kesehatan di pesantren.


Pendidikan Terbaru