Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Diskusi Virtual, Kembangkan PMII melalui Konsep Politik Alokatif

Diskusi Virtual, Kembangkan PMII melalui Konsep Politik Alokatif
Diskusi virtual IKA PMII. (Foto: NOJ/RS)
Diskusi virtual IKA PMII. (Foto: NOJ/RS)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Peringati Hari Lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-61, alumni PMII membuat kegiatan diskusi secara virtual melalui aplikasi youtube, Jumat (16/04/2021). Dalam diakusi dengan tema ‘Mempertahankan PMII dari Kepunahan Substansial’ kali ini menghadirkan Indra Wibowo, Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Sidoarjo dan Dr Listyono Santoso, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) sekaligus inisiator Muktamar Pemikiran Dosen PMII.

 

"PMII memberikan sumbangsih keindonesiaan, karena masa depan itu by design bukan by insident. Sumbangsih pemikiran itu bisa digunakan bagi semua profesi yang ada di sini," kata Listyono.

 

Menurutnya, distribusi kader bukan hanya sebagai dosen melainkan di lini strategis termasuk birokrasi, pemerintahan, politisi, Lembaga Sosial Masyarakat (LSM), militer dan lain sebagainya. Pemikiran dosen diharapkan bisa memberikan kontribusi supaya politik alokatif sehingga distribusi kader di PMII itu bagaimana bisa dibangun dan semuanya tidak secara sporatif.

 

"Politik alokatif adalah penataan kader mengenai penempatan dimana kader PMII nanti. Karena dengan politik alokatif, PMII nantinya bisa mendesain dengan luarbiasa dan memberikan baginya dalam gerakan," ujarnya.

 

Disisi yang lain, Indra Wibowo alias Bandrex  mengungkapkan bahwa PMII bukan organisasi yang muncul tanpa aturan atau regulasi. Karena organisasi ini juga memiliki Anggaran Dasar (AD) Anggaran Rumah Tangga (ART) dan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) yang tidak bisa ditinggalkan bahkan harus tetap dipegang teguh oleh semua kader yang masih aktif ataupun alumni.

 

"PMII bagi saya tidak merasa ketertinggalan terhadap perubahan zaman, saya belum pernah mendapati PMII gagal untuk beradaptasi sesuai dengan perkembangan zaman," paparnya

 

PMII dari masa ke masa selalu menghadapi tantangan terhadap persoalan sosial, politik, dan budaya yang terus meningkat. Dan PMII berhasil menjawab tantangan tersebut.

 

“Sesuai perkembangan zaman dengan salah satu bukti kader PMII yakni Jun, ia mampu menjawab tantangan di era 4.0 dengan menciptakan program berbasis internet,” pungkasnya.

 

Penulis: Rahmat Salam

Editor: Risma Savhira


Editor:
F1 PWNU Jatim