Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Giliran Komisi B DPRD Jatim Kawal Pengembangan Wisata Desa

Giliran Komisi B DPRD Jatim Kawal Pengembangan Wisata Desa
Ahmad Athoillah atau Gus Aik, anggota Komisi B DPRD Jatim. (Foto: NOJ/Istimewa)
Ahmad Athoillah atau Gus Aik, anggota Komisi B DPRD Jatim. (Foto: NOJ/Istimewa)

Jombang, NU Online Jatim

Sejumlah desa memiliki potensi yang tidak kalah memukau. Bila dikelola dengan baik dan mendapat sentuhan manajemen yang memadai, tentu akan menjadi harapan dan sumber penghasilan. Perlu saling mengisi agar keinginan tersebut dapat terwujud.

 

Di Jombang, salah satu ikon wisata desa yang tengah mendapat perhatian adalah Sendang Made. Lokasinya di Desa Made, Kecamatan Kudu.

 

Sadar dengan potensi yang menjanjikan tersebut, Komisi B DPRD Jawa Timur menjanjikan akan dipercantik dan ditambahi fasilitas. Hal ini sebagaimana disampaikan anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah atau Gus Aik.

 

Penegasan disampaikannya saat menghadiri gelar produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan promosi wisata desa, di tempat wisata sejarah ini, Ahad (11/10/2020).

 

Tak hanya Sendang Made, sejumlah lokasi wisata di Jombang dan Mojokerto, bakal didukung untuk dikembangkan. Seperti, wisata Sumber Biru di Wonosalam Jombang, wisata sejarah Mbah Jabung di Jabung, Kabupaten Mojokerto.

 

“Yang diprioritaskan adalah lokasi wisata yang dikelola langsung oleh Pemerintah Desa (Pemdes), bukan perorangan,” kata wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Jatim 10 (Kabupaten Jombang dan Mojokerto serta Kota Mojokerto) tersebut.

 

Program penguatan wisata tersebut, lanjut Gus Aik, merupakan upaya Komisi B DPRD Jawa Timur dalan rangka menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Wisata.

 

Menurut alumnus Pesantren Ploso Kediri tersebut, penguatan sesuai kebutuhan pengelola wisata terkait. Seperti fasilitasi manajemen wisata, bantuan promosi, dan sarana penunjang untuk menambah ikon wisata. Sehingga menambah daya tarik pengunjung.

 

“Program yang kami upayakan tersebut, seperti yang dipaparkan Kepala Desa Made, pada 30 September lalu, ketika komisi B sedang melakukan kunjungan dalam rangka mencari masukan terkait penyusunan Raperda Wisata,” jelasnya.

 

Sementara kegiatan gelar produk UMKM di Sendang Made, menurut mantan Ketua Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jombang ini, merupakan hasil karya atau produk warga desa di wilayah Kecamatan Kudu. Selain produk UMKM, promosi wisata desa juga lebih diperkenalkan dalam kegiatan ini.

 

“Kegiatan ini tidak hanya gelar produk, tapi juga pengenalan wisata Desa Sendang Made yang merupakan wisata sejarah. Serta wisata desa lain di wilayah Kecamatan Kudu,” terangnya.

 

Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif, Denanyar Jombang ini menegaskan akan berupaya maksimal untuk mengusulkan dan mengawal program tersebut ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

 

Dirinya secara serius akan memperjuangkan aspirasi itu asalkan dampaknya dirasakan masyarakat, dan menunjang perekonomian warga sekitar.

 

“Karena ketika sebuah wisata desa dikelola dengan manajemen baik, sirkulasi keuangan dikelola pengurus di bawah naungan Pemdes, saya yakin perekonomian masyarakat juga akan terbantu,” pungkasnya.


Editor:
F1 Bank Jatim