Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Keren, Fatayat NU Surabaya Luncurkan ‘One Ranting One Produk’

Keren, Fatayat NU Surabaya Luncurkan ‘One Ranting One Produk’
PC Fatayat NU Kota Surabaya meluncurkan program One Ranting One Produk atau OROP. (Foto: NOJ/Nisa DM)
PC Fatayat NU Kota Surabaya meluncurkan program One Ranting One Produk atau OROP. (Foto: NOJ/Nisa DM)

Surabaya, NU Online Jatim

Sejumlah terobosan dilakukan oleh Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Surabaya. Yang terbaru adalah One Ranting One Produk atau OROP. Ini merupakan program pemberdayaan ekonomi di tingkat kelurahan.

 

“Hadirnya OROP adalah salah satu dari empat program unggulan yang disebut Sahabat Sekawan,” kata Camelia Habiba, Kamis (04/03/2021).

 

Dijelaskannya bahwa program yang digagas sebagai jawaban atas keluhan sejumlah kalangan, khususnya pengusaha kecil saat diterpa pandemi.

 

“Kita hadir untuk menjadi pengayom dan penyelamat serta model kepemimpinan pemuda masa depan agar bisa menjadi benteng ulama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI,” ungkapnya.

 

Habiba menegaskan, program tersebut memiliki tujuan untuk memberdayakan serta memotori pembangunan dan kebangkitan ekonomi terlebih dalam situasi pandemi.

 

“Kita hadir untuk menjadi penentu nasib, bukan peminta nasib. Nasib kita dan nasib masyarakat,” jelasnya.

 

Disampaikannya bahwa hingga saat ini sudah ada 17 kecamatan di Surabaya yang memiliki potensi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM. Hal tersebut tersebar dari sejumlah produk dari makanan, handycraf sampai jasa tata rias pengantin dan penjahit.

 

“Setelah peluncuran produk UMKM  kita akan melakukan pelatihan-pelatihan packaging, marketing dan juga akan membuat market place digital atau online shop,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Habiba menambahkan bahwa OROP akan dilanjut dengan pendampingan kepada seluruh anggota Sahabat Sekawan UMKM Fatayat NU Surabaya.

 

Sementara itu, ketua III yang membidangi ekonomi Sulistyowati memaparkan bahwa terdapat banyak produk yang dihasilkan dari UMKM Fatayat NU se-Surabaya yang tersebar di 17 kecamatan saat ini. Dari hasil karya yang diluncurkan, terlihat produk makanan dan minuman, fashion, kerajinan tangan, dan lain-lain.

 

Dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri ini menjelaskan, dari berbagai jenis karya yang dihasilkan, beberapa di antaranya adalah bercirikan khas Kota Surabaya.

 

“Alhamdulillah, banyak produk yang dihasilkan Fatayat NU se-Surabaya. Ada produk khas kota kita, semisal pecel semanggi, kain batik dengan motif daun semanggi, tas unik yang terbuat dari bahan karung goni, juga ada spiku Surabaya yang sudah terkenal karena cita rasanya,” kata Sulis, sapaan akrabnya.

 

Saat peluncuran program, kegiatan dilakukan dengan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat.

 

Penulis: Nisa Dewi Muslich

Editor: Syaifullah​​​​​​​

Iklan promosi NU Online Jatim