• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Matraman

Ketua LPBINU Nganjuk Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Ketua LPBINU Nganjuk Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem
Subhan, Ketua LPBINU Nganjuk. (Foto: NOJ/tagar)
Subhan, Ketua LPBINU Nganjuk. (Foto: NOJ/tagar)

Nganjuk, NU Online Jatim

Hujan lebat disertai angin kencang diprakirakan mengguyur wilayah Jawa Timur hingga akhir bulan Februari nanti. Oleh karenanya, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Nganjuk, H Subhan, mengimbau agar masyarakat waspada.

 

"Kami berharap kepada seluruh masyarakat Nganjuk untuk mempersiapakan diri baik secara dhahir maupun batin menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini,” ungkapnya kepada NU Online Jatim, Senin (15/02/2022).

 

Ia meminta kepada masyarakat yang tinggal atau bermukim di dekat daerah rawan bencana agar memiliki kesiapsiagaan secara mandiri. Termasuk dalam hal ini,  kepekaan dan kecepatan dalam merespon indikasi terjadinya bencana.

 

“Kepada masyarakat yang bermukim di lokasi rawan bencana agar bisa melakukan langkah antisipasi dengan mitigasi secara mandiri,” tutur Gus Subhan.

 

Sementara itu, pada waktu yang sama di beberapa daerah Omicron dilaporkan sedang mengalami peningkatan disamping wilayah Indonesia berada pada periode musim penghujan secara umum. Bahkan berdasarkan imbauan dari BMKG, wilayah Jawa Timur diprediksi dilanda cuaca ekstrem termasuk Kabupaten Nganjuk.

 

“Mari kita jaga imunitas tubuh, patuhi protokol kesehatan, perbanyak konsumsi vitamin dan gizi yang cukup agar tidak mudah terserang penyakit,” sambung Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul ‘Ula Kertosono tersebut.

 

Untuk suhu udara, lanjut Gus Subhan, berkisar antara angka 15 sampai 32 °C. Kemudian kelembapan udara mulai 65 sampai 100 persen dan angin dominan dari Barat menuju Barat Daya dengan kecepatan 05 hingga 30 km/jam.

 

Pihaknya juga berharap, komunikasi lintas sektor terjalin dengan baik manakala terjadi musibah supaya segera berkoordinasi dengan stakeholder setempat kemudian diteruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar ditindaklanjuti dengan cepat.

 

“Semntara ini kami telah menyiapkan relawan, memonitor dan melakukan koordinasi kepada sahabat-sahabat di daerah rawan bencana. Kami juga akan mengadakan rapat kerja pada akhir Februari guna membuat program selama satu tahun,” pungkasnya.


Matraman Terbaru