Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Khoirunnas 'Anfauhum Linnas, Prinsip Hidup Seorang Pahlawan

Khoirunnas 'Anfauhum Linnas, Prinsip Hidup Seorang Pahlawan
Puput Kurniawati, Ketua PW IPPNU Jawa Timur. (Foto: NOJ/istimewa)
Puput Kurniawati, Ketua PW IPPNU Jawa Timur. (Foto: NOJ/istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

Mendengar kata pahlawan notabenenya yang ada dalam benak banyak orang adalah seseorang yang mengorbankan kepentingan individu demi kemaslahatan ummat atau banyak orang. Hal ini juga diyakini oleh Puput Kurniawati, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur.

 

Perempuan muda asal Madiun tersebut memaparkan bahwa gelar pahlawan memang pantas disandang bagi mereka yang mementingkan kepentingan orang lain dibandingkan kepentingannya sendiri. Mereka lebih mengedepankan kebutuhan umat dan mengesampingkan kebutuhannya sendiri.

 

“Makna pahlawan menurut saya adalah mereka yang berani mengorbankan kepentingan pribadi demi banyak orang. Mereka, para pahlawan, tentu lebih mementingkan bagaimana cara agar kebutuhan umat tecukupi, baru mereka memikirkan kepentingan maupun kebutuhan mereka sendiri,” terangnya.

 

Selain itu, Puput mengungkapkan bahwa salah satu contoh pahlawan di sekitar kita khususnya pahlawan perempuan yang bisa kita jadikan panutan adalah Ibu. Bagi Puput, sosok seorang Ibu adalah pahlawan sejati yang banyak mengorbankan dirinya demi kepentingan keluarga utamanya untuk anak-anak. 

 

“Bisa kita lihat bagaimana pengorbanan seorang Ibu yang rela kehilangan nyawa demi anak-anaknya, berkorban mementingkan kebahagiaan keluarga dan anak-anaknya. Bahkan seorang Ibu seringkali mengesampingkan kebutuhan dirinya sendiri asalkan kebutuhan anak-anaknya bisa tercapai,” 

 

Puput juga menyatakan bahwa hampir semua orang layak disebut pahlawan, karena bermanfaat bagi orang lain.

 

"Salah satu prinsip yang harus dimiliki oleh semua orang adalah, khoirunnas anfauhum linnas,"

 

Lebih jauh, puput juga memaparkan bahwa peran seorang pahlawan dibutuhkan setiap saat dan tidak hanya dinilai karena ikut perang.

 

“Sosok pahlawan tentu saja dibutuhkan setiap saat. Dan seseorang bisa disebut pahlawan itu tidak hanya yang ikut perang. Tapi ketika dia melihat disekitarnya tidak sesuai dengan kebenaran, dia berani berbicara, lalu dia berani untuk memperjuangkan kepentingan banyak orang tersebut,” 

 

Perempuan muda berkacamata ini juga mengimbuhkan bahwa penilaian banyak orang terkait penggambaran sosok perempuan yang dinilai lemah dan tidak punya kekuatan tersebut adalah salah.

 

“Meskipun kita perempuan bukan berarti kita lemah, dan jangan sampai hal-hal yang kita lakukan malah melemahkan kemampuan dan kekuatan kita. Sebenarnya, secara sosial baik laki-laki maupun perempuan tidak ada bedanya,”

 

Puput juga berharap agar kaum perempuan khususnya perempuan Nahdlatul Ulama (NU) untuk terus semangat menuai kemanfaatan bagi umat.

 

"Saya berharap, perempuan NU harus tetap menjalankan peran-peran strategisnya agar senantiasa bermanfaat bagi umat," pungkasnya.

 

 

Penulis: Anita

Editor: Risma Savhira

PWNU Jatim Harlah