Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Korban Gempa Kini Bisa Shalat Tarawih Manfaatkan Mobil Mushala

Korban Gempa Kini Bisa Shalat Tarawih Manfaatkan Mobil Mushala
Mobil mushala untuk korban gempa di Dusun Krajan, Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. (Foto: NOJ/ LAZISNU Jatim).
Mobil mushala untuk korban gempa di Dusun Krajan, Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. (Foto: NOJ/ LAZISNU Jatim).

Surabaya, NU Online Jatim

Mushala portable atau mobil mushala kini telah bisa dinikmati korban gempa di Dusun Krajan, Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Mobil mushala ini dimanfaatkan warga untuk melaksanakan ibadah shalat tarawih.

 

Mobil mushala milik Bank Syariah Indonesia (BSI) Region IX/Surabaya ini dihadirkan ke lokasi terjadinya gempa bumi berkat kerja sama BSI dengan NU Care-Lembaga Amil Zakat Infaq Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdlatul Ulama Jawa Timur.

 

Taufikur Rozikin, Manajer Program NU Care-LAZISNU Jatim mengatakan, mobil mushala ini diberangkatkan pada Selasa siang dari Kantor BSI di Komplek Ruko Juanda Bussiness Centre Sidoarjo.

 

“Sejak awal tim para relawan NU selalu mendampingi para korban dengan berbagai macam bantuan. Alhamdulillah hari ini kami bisa bekerja sama dengn BSI untuk menghadirkan mobil mushala yang memang sangat dibutuhkan oleh para korban untuk beribadah karena banyak masjid dan mushala yang rusak,” kata Taufik saat menyerahkan mobil mushala kepada warga setempat.

 

Mobil mushala ini, lanjut Taufik, sengaja diletakkan tepat berdampingan dengan mushala warga RT 8 RW 01 yang rusak akibat gempa. Selain karena memudahkan warga, instalasi listrik dan air dari mushala sangat dibutuhkan untuk operasionalisasi mobil mushala.

 

“Rencananya mobil ini akan beroperasi di lokasi selama dua pekan ke depan. Semoga bisa membantu kegiatan ibadah para korban selama bulan suci Ramadlan, sehingga bisa lebih tenang dan sedikit meringankan duka,” jelasnya.

 

Setelah instalasi mobil mushala ini selesai, warga langsung memanfaatkannya untuk melaksanakan shalat Ashar berjamaah. Kemudian pada malam harinya sekitar lima puluh warga menggunakannya untuk shalat Isyak dan tarawih berjamaah.

 

“Kapasitas mobil ini hanya untuk sekitar dua puluh tujuh orang. Kalau jumlah jamaahnya lebih banyak, sebagian bisa menggelar tikar di luar seperti pelaksanaan tarawih pada Selasa malam,” tambah Taufik.

 

 

Ia menegaskan, tim NU Peduli akan terus menerjunkan para relawan untuk membantu para korban melalui posko NU Peduli yang sudha aktif sejak hari pertama terjadinya gempa. Ia juga mengajak kepada masyarakat agar turut serta mendukung aksi-aksi kemanusiaan NU karena kondisi para korban memang masih sangat membutuhkan bantuan.


Editor:
F1 Bank Jatim