Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Milenial, Cinta Saja tidak Cukup untuk Bekal Menikah

Milenial, Cinta Saja tidak Cukup untuk Bekal Menikah
Tangkapan layar Ngaji Milenial Virtual NU Online Jatim.
Tangkapan layar Ngaji Milenial Virtual NU Online Jatim.

Surabaya, NU Online Jatim

Bagi kalangan milenial yang hendak melangsungkan pernikahan, banyak hal yang harus disiapkan. Tidak semata pemenuhan persyaratan administrasi, termasuk bekal cinta, serta yang tidak kalah penting adalah keterbukaan dengan pasangan.

 

"Cinta saja tidak cukup sebagai bekal bagi calon pengantin," kata Nurul Hidayati, Jumat (18/06/2021).

 

Pernyataan ini disampaikan Ning Abel, sapaan akrabnya pada acara Ngaji Virtual Milenial yang digelar NU Online Jatim.

 

"Seperti diri kita, cinta tidak permanen atau temporal," ungkap Direktur Nikah Institute tersebut.

 

Sebagai solusi, dirinya mengajak anak muda untuk meningkatkan cinta kepada pasangan dengan kesadaran.

 

"Kesadaran untuk menghadapi konflik sehingga cinta berkembang menjadi kasih sayang. Hal itu dibuktikan dengan tidak menuntut pasangan, namun berbagi peran," ujarnya dalam acara yang dimoderatori Risma Savhira, Redaktur NU Online Jatim tersebut.

 

Ning Abel menyadari bahwa cinta berkembang menjadi kesadaran dan ujungnya kasih sayang tidaklah mudah.

 

"Memang untuk sampai ke tahapan kasih sayang dengan mengajak pasangan berbagi peran, butuh perjuangan," akunya. Namun hal tersebut penting dan mendesak dilakukan agar pernikahan langgeng, lanjutnya.

 

Sedangkan KH Farmadi Hasyim banyak mengupas persyaratan administrasi yang harus dipenuhi calon pengantin. Juga memaparkan tingginya angka perceraian yang ada di Jawa Timur.

 

"Negara dalam hal ini Kementerian Agama berusaha untuk hadir dengan memberikan bimbingan perkawinan kepada mereka yang hendak menikah," kata Kepala Seksi Kantor Urusan Agama dan Sistem Informasi Kementerian Agama Jawa Timur ini.

 

Kendati upaya tersebut telah dilakukan, namun sangat disayangkan tingkat kehadiran pada acara bimbingan perkawinan ternyata kecil.

 

Alumnus Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut mengingatkan pasangan muda hendaknya benar-benar menyiapkan diri. Karena banyak hal yang harus diketahui calon pengantin.

 

 

"Prinsipnya, penting bagi para pengantin milenial untuk membekali diri dengan pengetahuan yang memadai agar pernikahan mengantarkan kepada sakinah, mawaddah, warahmah," tandasnya.

 

Diskusi virtual ini akan terus digelar NU Online Jatim utamanya dalam menyapa kalangan muda.

 

Editor: Romza

Bank Jatim (31/7)