• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 9 Agustus 2022

Rehat

Saat Ketua BNPT Kumandangkan Iqamah di Masjid Tebuireng

Saat Ketua BNPT Kumandangkan Iqamah di Masjid Tebuireng
Boy Rafli saat mengumandangkan Iqamah di Masjid Tebuireng. (Foto: NOJ/ Syarif Abdurrahman)
Boy Rafli saat mengumandangkan Iqamah di Masjid Tebuireng. (Foto: NOJ/ Syarif Abdurrahman)

Jombang, NU Online Jatim
Ada yang berbeda dalam kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Senin (14/3/2022).
 

Hal ini berawal saat adzan Dzuhur berkumandang di masjid utama Pesantren Tebuireng. Mantan Kadiv Humas Mabes Polri itu beserta rombongan dan pengurus Pesantren Tebuireng langsung beranjak ke masjid yang didirikan Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari.
 

Sebelum shalat dimulai, Boy Rafli lalu berdiri menghadap ke kiblat dan mengangkat tangan kanan serta jarinya ditempelkan ke telinga dan pipi sebelah kanan. Sejurus kemudian dengan suara lantang, ia mengumandangkan iqamah shalat Dzuhur.
 

Allahu akbar, Allahu akbar! Asyahadual laa ilahaillallah, asyahaduanna Muhammadar Rasulullah, hayya alassolah, hayya alal falah, qodqomatissolah,” ucap Boy Rafli.
 

Salah satu pengurus Pesantren Tebuireng Denta Fatwa Fatahillah mengatakan, Boy Rafli  melantun iqamah dan shalat jamaah di masjid Tebuireng itu memang kesepakatan setiap tamu yang hadir saja. Namun, seperti biasa adzan Dzuhur tetap dilantunkan ketika tiba waktunya shalat.
 

“Terkait Pak Boy Rafli yang iqamah dan shalat di masjid itu pilihan saja. Jika ingin di Ndalem kasepuhan juga boleh,” tandas Denta.
 

Di Tebuireng, sesuai dari Ndalem kesepuhan dan salat jamaah Dzuhur di masjid, Boy Rafli beranjak menuju makam pahlawan nasional KH M Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim. Ia juga ziarah ke makam Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
 

Di Pesantren Tebuireng ada tiga tempat yang dianggap sakral, pertama masjid peninggalan Kiai Hasyim Asy’ari, Ndalem kasepuhan dan pemakaman keluarga Pesantren Tebuireng.
 

Menurut Denta, masjid Tebuireng ini direnovasi di era kepemimpinan KH Salahuddin Wahid. Namun, bangunan utama masjid peninggalan Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari dibiarkan utuh. Alhasil, serambi masjid lebih luas dari bangunan utamanya.
 

Adapun mantan Kapolda Papua itu datang ke Tebuireng tujuan utamanya untuk diskusi ringan terkait kebangsaan dan keislaman dengan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).
 

Boy Rafli datang dengan memakai kopiah hitam, baju batik, celana hitam dan bermasker. Diskusi dilakukan di Ndalem kasepuhan Pesantren Tebuireng.
 

“Kedatangan Pak Boy Rafli untuk diskusi ringan saja. Ngobrol soal kebangsaan,” jelasnya.
 

Boy Rafli dalam beberapa waktu terakhir acap kali bertemu tokoh pesantren, terutama pasca ada penyebutan 198 pondok pesantren yang terafialiasi terorisme. Bahkan ia sampai meminta maaf ke publik dan menjelaskan maksudnya.
 

Makam para tokoh ini terletak di sisi barat masjid. Secara letak, masjid dan Ndalem kesepuhan berdekatan dan posisi masjid di selatan Ndalem kesepuhan.
 

 

“Setelah silaturrahim lalu dilanjutkan ziarah ke makam tokoh-tokoh Tebuireng seperti Kiai Hasyim, Kiai Wahid Hasyim dan Gus Dur,” imbuhnya.
 

Penulis: Syarif Abdurrahman


Editor:

Rehat Terbaru