• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Maret 2024

Tapal Kuda

40 Hari Wafat Kiai Muzakki, Ini Pesan Pj Rais NU Pasuruan

40 Hari Wafat Kiai Muzakki, Ini Pesan Pj Rais NU Pasuruan
Suasana 40 hari wafatnya Kiai Muzakki Birul Alim di Pondok Pesantren Hidayatullah Tampung Pasuruan. (Foto: NOJ/Mokh Faisol)
Suasana 40 hari wafatnya Kiai Muzakki Birul Alim di Pondok Pesantren Hidayatullah Tampung Pasuruan. (Foto: NOJ/Mokh Faisol)

Pasuruan, NU Online Jatim

Almarhum KH Muzakki Birul Alim yang pernah menjabat sebagai Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) merupakan sosok ulama yang alim dan istiqamah.


Banyak yang mengatakan, Kiai Muzakki merupakan sosok ulama yang tidak malu bertanya kepada orang yang lebih muda khususnya dalam mengawal jam'iyah NU.


Tak terasa di peringatan 40 hari wafatnya Kiai Muzakki, banyak para warga Nahdliyin santri dan ulama mendatangi Pondok Pesantren Hidayatullah Tampung, Selasa (28/11/2023).


Wafatnya Kiai Muzakki tentu menjadi pukulan keras bagi semua keluarga, kerabat, jamaah dan khususnya di kalangan PCNU Kabupaten Pasuruan. Kini sejarah hidup dan peninggalan ilmunya dirindukan banyak orang.


Penjabat (Pj) Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Ma'shum Hasyim mengatakan, tujuannya datang di sini adalah untuk tabarukkan agar mendapatkan barokahnya Kiai Muzakki.


"Ulama merupakan orang yang dimuliakan di dunia dan akhirat, karena yang takut kepada Allah adalah para ulama," ujarnya.


Hal itu sudah diakui sendiri oleh Allah SWT, di samping itu rahmat kepada makhluknya Allah dan mari semuanya berdoa bersama semoga putra-putranya Kiai Muzakki bisa meneruskan perjuangannya.


Menurutnya, wafatnya orang alim seperti wafatnya orang seribu. Wafatnya orang seribu lebih ringan dari pada wafatnya satu orang alim. Jika ada orang-orang alim wafat, dirinya tidak susah.


Kiai Ma'shum menambahkan, ibadahnya orang yang alim dan biasa itu berbeda, meskipun sama-sama shalat shubuh tetapi timbangannya berbeda."Yang membedakan adalah ilmu kita berbeda," tutupnya.


Tapal Kuda Terbaru