• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 9 Agustus 2022

Madura

Semeru Meletus, Rais NU Sumenep: Pelajaran bagi Umat Islam

Semeru Meletus, Rais NU Sumenep: Pelajaran bagi Umat Islam
KH Hafidzi Syarbini (pegang mic) berikan tausiyah pada musyawirin bahtsul masail tentang bencana Semeru. (Foto: NOJ/Firdausi)
KH Hafidzi Syarbini (pegang mic) berikan tausiyah pada musyawirin bahtsul masail tentang bencana Semeru. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim
Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH Hafidzi Syarbini mengatakan bahwa meletusnya Gunung Semeru di Lumajang merupakan pelajaran bagi umat Islam. Hal ini disampaikan saat Bahtsul Masail dan Konsolidasi Organisasi di Pondok Pesantren Al-Ittihad, Jl.
Raya Telaga Indah Lembung Timur, Lenteng Sumenep, Ahad (12/12/2021).

 

“Allah itu tidak dzalim. Bencana ini adalah pilihan yang terbaik bagi-Nya. Hanya saja kita salah berpendapat dan menentang qada-Nya. Bisa jadi musibah ini menghilangkan dosa kita,” katanya.

 

Dijelaskan pula, Allah SWT telah memberikan bukti pada salah satu rumah warga yang selamat. Karena kebiasaan penghuni rumah adalah suka membaca Surah Yasin.

 

“Secara logika rumah itu akan terkena debu panas. Namun Malaikat Allah menyelamatkannya,” ucapnya.

 

Kiai Hafidzi menegaskan, tidak semua yang selamat akan selamat seterusnya. Allah bisa menurunkan azab atau pun musibah kepada siapa pun karena dosa sebuah umat yang tidak diampuni oleh-Nya.

 

“Kita ini mau mengambil hikmah dari korban atau warga yang selamat? Bisa jadi yang tertimpa musibah diangkat derajatnya oleh Allah,” sergahnya.

 

Selain itu, alumni Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah tersebut mengajak kepada musyawirin untuk mendoakan pelaksanaan Muktamar ke-34 NU di Provinsi Lampung.

 

“Selama 3 hari, tepatnya tanggal 23-25 Desember 2021, muktamar akan digelar. Oleh karenanya, mulai sekarang kita istikamahkan berdoa, walaupun masih pra-muktamar,” pintanya.

 

Dirinya mengingatkan bahwa, seseorang yang doanya istikamah maka Allah mengabulkannya.

 

“Walaupun doanya diulang-ulang dan tak pernah putus, doa tersebut akan diijabah oleh Allah,” pungkasnya.

 

Editor: Risma Savhira


Madura Terbaru