• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 25 Mei 2022

Tapal Kuda

Begini Cara Komandan Banser Lumajang Bela Petani Tembakau

Begini Cara Komandan Banser Lumajang Bela Petani Tembakau
Bupati dan Wakil Bupati Lumajang dengan tembakau khas setempat. (Foto: NOJ/Istimewa)
Bupati dan Wakil Bupati Lumajang dengan tembakau khas setempat. (Foto: NOJ/Istimewa)

Lumajang, NU Online Jatim

Tanaman tembakau di berbagai daerah memasuki masa panen. Namun seperti biasa, harga di tingkat petani dipastikan anjlok yang ujungnya akan merugikan. Bahkan di sejumlah kota di Jawa Timur akhirnya rela membakar bahan baku rokok tersebut secara terbuka. Warga seakan tidak menemukan tempat untuk mengadu karena hampir semua pintu tertutup.

 

Kondisi tersebut tidak terjadi di Kabupaten Lumajang. Karena bupati setempat yang juga Komandan Barisan Ansor Serbaguna atau Banser turun langsung memantau produksi tanaman tembakau. Hal itu tentu saja memastikan harga jual panen sesuai harapan.

 

“Saya dan Bunda Indah Masdar (wkil bupati, red) hari ini berkegiatan bersama panen tembakau. Tentu, Pemerintah Kabupaten Lumajang menfasilitasi kemitraan bagi para petani tembakau. Sehingga saat panen, para petani tembakau di Lumajang mendapatkan kepastian pembelian,” kata H Thoriqul Haq, Selasa (22/09/2020).

 

Lewat akun Facebooknya, Bupati Lumajang tersebut menyadari bahwa di sejumlah kabupaten lain, para petani tembakaunya tidak mendapatkan akses pembeli. Lantaran saat panen tidak menemukan pembeli, harga akan sangat murah.

 

Hal tersebut diantisipasi dengan baik oleh bupati. Yang dilakukan adalah menggelar dialog dengan APTI (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia) Lumajang yang melibatkan tiga kemitraan pertanian tembakau di Lumajang. Adalah PT IDS atau Indonesia Dwi Sembilan, PT Sadana dan PT AOI (Alliance One Indonesia).

 

“Dari tiga kemitraan itu, tinggal PT IDS yang masih menyesuaikan waktu untuk segera merealisasikan pembelian hasil panen tembakau,” terang Thoriq, sapaan akrabnya.

 

Tidak semata menunggu pertemuan, bupati bahkan mengajak dinas pertanian setempat untuk bertemu dengan manajemen PT IDS. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan waktu realisasi pembelian hasil panen tembakau yang telah dilakukan di Lumajang.

 

“Beberapa petani tembakau lokal juga telah melakukan kemitraan konvensional dengan para pengepul tembakau, khusus untuk konsumsi lokal yang ada di pasar pasar tradisional di Lumajang,” ungkap alumnus pascasarjana salah satu kampus di Malaysia tersebut.

 

Belajar dari banyak kasus yang ada di daerah, maka H Thoriq memiliki pola sendiri dalam mengantisipasi lonjakan tembakau saat panen. yang pasti, hal tersebut dilakukan demi memastikan petani mendapatkan hak yang mestinya diterima.  

 

“Pola sekaligus model kemitraan pertanian ini yang harus terus dikuatkan di berbagai sektor pertanian, supaya kelangsungan produksi pertanian dapat terjamin,” pungkasnya.

 


Editor:

Tapal Kuda Terbaru