• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 3 Oktober 2022

Tapal Kuda

Berkat Mengabdi di Pesantren, Ahmad Mufarih Lolos LPDP Santri

Berkat Mengabdi di Pesantren, Ahmad Mufarih Lolos LPDP Santri
Ahmad Mufarih (baju hitam) menjadi narasumber pelatihan KTI yang di selenggarakan UKM Pers IAI Darussalam Blokagung Banyuwangi. (Foto: NOJ/Vina)
Ahmad Mufarih (baju hitam) menjadi narasumber pelatihan KTI yang di selenggarakan UKM Pers IAI Darussalam Blokagung Banyuwangi. (Foto: NOJ/Vina)

Banyuwangi, NU Online Jatim

Ahmad Mufarih Hasan Fadly menjadi salah satu penerima beasiswa LPDP santri RMI PBNU 2021. Pria yang lahir di Banyuwangi pada 7 Juni 1988 ini merasa keberhasilannya meraih beasiswa tersebut karena pengabdiannya selama ini di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi. Rupanya yang mengabdi di sana tidak hanya Mufarih, ayahnya juga sudah sejak lama menjadi guru madrasah.

 

“Saya seorang dosen Prodi Pendidikan Bahasa Arab di Institut Agama Islam (IAI) Darussalam Blokagung Banyuwangi dan ayah saya guru madrasah di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung juga,” tutur Mufarih.

 

Menghabiskan waktu di Pondok Pesantren Darussalam, sudah ia lakukan sejak jenjang pendidikan TK hingga Madrasah Aliyah. Ketika 2007, ia mulai merantau dan melanjutkan pendidikannya di Universitas Gajah Mada (UGM) untuk menempuh S1 dan S2. Ia mengambil S1 Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu Budaya dan S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya.

 

“Setelah lulus S2, setahun kemudian pada 2017 saya mulai mengabdi kembali di IAI Darussalam Blokagung Banyuwangi sebagai pengajar dan pengurus Pusat Bahasa hingga sekarang,”tambahnya.

 

Meskipun ia memiliki tanggung jawab menafkahi istri dan dua anaknya juga mengemban amanah pesantren, ia tetap semangat melakukan persiapan agar bisa lolos beasiswa LPDP. Ketulusan Mufarih mengabdi di Pesantren Darussalam Blokagung berbuah manis, keinginannya sejak 2019 ingin mendapat beasiswa LPDP sekarang terwujud.

 

“Beberapa persiapan sudah saya lakukan dari tahun 2019. Mulai dari mempelajari booklet hingga mengambil tes TOEFL. Beberapa dokumen yang diperlukan juga sudah saya persiapkan. Untuk proses administrasi seperti ini akan sulit kalau tidak dicicil,” jelas Mufarih.

 

Pada beasiswa LPDP santri, Mufarih memilih negara tujuan Inggris dengan tetap mengambil jurusan linguistik. Lagi-lagi, ia memillih melanjutkan pendidikan S3 di luar negeri sebagai bentuk pengabdian.

 

“Saya rasa belajar juga bentuk lain dari pengabdian, karena harapan saya nanti jika selesai S3 akan lebih banyak hal yang bisa saya tawarkan dalam pengabdian,” tegasnya.

 

Di bawah bimbingan Wakil Ketua RMI Banyuwangi, Syaiful Umam ia mendapatkan pelatihan dalam menempuh beberapa tahap seleksi beasiswa. Meskipun banyak hambatan dalam proses seleksi, Mufarih menegaskan bahwa bantuan dari RMI benar-benar membuatnya lebih siap melalui serangkaian proses seleksi.

 

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mengikuti seleksi ini dan saya lolos. Saya yakin dengan menata niat kita dan mau berproses, semua yang kita inginkan akan tercapai. Untuk para santri, semangat berproses," pungkasnya.


Tapal Kuda Terbaru