• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 14 Agustus 2022

Tapal Kuda

Data Jamaah Nahdlatul Ulama Harus Rapi dan Jelas

Data Jamaah Nahdlatul Ulama Harus Rapi dan Jelas
Turba PWNU Jatim di halaman Kantor PCNU Bangil, Pasuruan, Sabtu (05/06/2021). (Foto: NOJ/ SYaifullah).
Turba PWNU Jatim di halaman Kantor PCNU Bangil, Pasuruan, Sabtu (05/06/2021). (Foto: NOJ/ SYaifullah).

Pasuruan, NU Online Jatim

Di berbagai kesempatan, sering muncul kelakar saat menyangkut data jamaah Nahdlatul Ulama atau NU. Termasuk di dalamnya adalah aset jamiyah.

 

Kalau organisasi sosial keagamaan menyebutkan jumlah masjid, mushala, kampus maupun sekolah dan lainnya, maka sisanya disebut milik NU. Kondisi ini sudah selayaknya tidak terjadi, dalam artian seluruh potensi terdata dengan baik.

 

"Berapa jumlah warga NU dengan aset yang dimiliki harus jelas dan terdata dengan rapi. Demikian pula semua terjaga dalam database yang bisa dipertanggung jawabkan," kata H Hakim Jayli, Sabtu (05/06/2021).

 

Penegasan disampaikan Wakil Sekretaris Pengurus Wilayahl Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur tersebut saat memimpin forum tanya jawab. Acara digelar dalam rangkaian turun ke bawah atau Turba PWNU Jatim di halaman kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangil, Pasuruan.

 

Dalam pandangan Mas Hakim, sapaan akrabnya, bahwa selama ini jumlah warga NU secara pasti belum terdata dengan baik.

 

"Jangan lagi seperti kebiasaan yang ada bahwa jumlah anggota hanya klaim tanpa data yang valid," pintanya.

 

Pada acara yang diikuti Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota dan Kabupaten Pasuruan, serta Bangil tersebut, Mas Hakim mengingatkan sejumlah manfaat yang dapat dioptimalkan dari data yang ada.

 

"Banyak yang bisa digunakan dari data jamaah yang dimilki, termasuk memanfaatkan potensi kader," jelasnya.

 

Karena itu dirinya sangat berharap program Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama atau Kartanu bisa dimaksimalkan. Tidak semata untuk kepentingan sesaat, namun jangka panjang yang lebih strategis.

 

Demikian pula yang tentu saja penting adalah keberadaan aset organisasi. Bagaimana status dan penggunaannya juga harus jelas.

 

"Kejadian pengalihan aset, bahkan hilangnya aset sudah saatnya diakhiri karena sangat merugikan," ungkapnya.

 

Beragam kejadian pengalihfungsian, bahkan hilangnya aset hendaknya menjadi pelajaran berharga. Bahwa pendataan sudah harus menjadi bagian dari kelengkapan jamiyah.

 

"Mari kita mulai pendataan tersebut dengan rapi agar jamiyah benar-benar memiliki data yang dapat dijadikan rujukan dan dipertanggung jawabkan," harapnya.

 

Turba di halaman kantor PCNU Bangil merupakan kegiatan kelima dari 18 titik yang direncanakan.

 

 

Malam ini kegiatan akan dilanjutkan di kantor PCNU Kabupaten Malang. Peserta yang akan bergabung adalah dari Malang Raya untuk PCNU Kota dan Kabupaten Malang serta Kota Batu.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru