• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 6 Desember 2022

Tapal Kuda

Gus Kautsar: Peringatan Haul Masyayikh bukan Mendoakan, Tapi Mencari Keberkahan

Gus Kautsar: Peringatan Haul Masyayikh bukan Mendoakan, Tapi Mencari Keberkahan
Gus Kautsar saat hadir dalam peringatan haul ke-36 KH Barizy Lumajang. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)
Gus Kautsar saat hadir dalam peringatan haul ke-36 KH Barizy Lumajang. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)

Lumajang, NU Online Jatim

KH Abdurrahman Al-Kautsar atau yang biasa disapa Gus Kautsar menjelaskan, peringatan haul Masyayikh bukanlah untuk mendoakan yang dihauli. Peringatan Haul Masyayikh adalah amaliah yang dimaksudkan untuk tabarrukan atau mencari keberkahan masyayikh yang dihauli agar mendapat syafaat kelak di hari kiamat di hadapan Allah.


Hal itu dijelaskan Gus Kautsar saat hadir dalam peringatan haul ke-36 KH Barizy Lumajang yang dihadiri ribuan Nahdliyin sekaligus peresmian masjid Al Barizy di halaman masjid Jalan Kapten Suwandak No.11 Citrodiwangsan Lumajang, Kamis (21/07/2022).


Kiai Barizy yang dikenal sebagai seorang alim dan selalu istiqamah, menurut Gus Kautsar sudah tenang di alam barzakh meskipun tidak dikirimi doa dalam peringatan haulnya. Mengingat perjuangannya yang begitu gigih menyebarkan ilmu kepada santri-santrinya.


"Umumnya orang dihauli sebagai hadiah dari yang masih hidup kepada yang telah mati. Ketika kita ziarah, sowan masyayikh, madep, tujuannya bukan mendoakan beliau, seperti saat kita menghadiri haul kiai barizy ini, malah kita yang butuh beliau, murni karena kita butuh pertolongan dan disyafaati ketika kiamat di hadapan Allah SWT," jelas Gus Kautsar.


Hal itu, kata Gus Kautsar, seperti dikatakan Imam Al-Ghazali bahwa orang yang beruntung adalah orang yang mati dan dosanya juga mati. Sedangkan orang yang sangat celaka adalah orang yang mati tapi dosanya tidak ikut mati melainkan terus mengalir.


"Itulah yang dinamakan atsar dalam surat Yasin. Kiai Barizy, bagaimana istiqamahnya, terus ada santri, masyarakat, dan santri meneruskan, maka itu menjadi jariyah beliau. Permasalahannya jika di sini tidak pernah ada judi, terus ada yang mengawali dan istiqamah sampai sekarang itu menajdi dosa jariyah juga," lanjut Gus Kautsar disambut tawa jamaah.


Gus Kautsar mengingatkan, kematian itu bukanlah masalah. Jika sudah waktunya mati, maka tidak bisa dihindari. Yang menjadi masalah adalah seusai kematian tersebut, karena harus mempertanggung jawabkan apa yang pernah dilakukan saat hidup.


"Alhamdulillah bisa mengikuti haul Kiai Barizy, semoga mendapat manfaat dan barokahnya. Dan tempat ini menjadi silaturahim yang diterima Allah. Semoga kita bisa meneruskan perjuangan dan langkahnya," tandasnya.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru