• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 3 Desember 2022

Tapal Kuda

Ngaji Minhajul Abidin, Gus Kautsar Jelaskan Sifat Ideal Kiai

Ngaji Minhajul Abidin, Gus Kautsar Jelaskan Sifat Ideal Kiai
Gus Kautsar. (Foto: NOJ/Sufyan)
Gus Kautsar. (Foto: NOJ/Sufyan)

Lumajang, NU Online Jatim

KH Abdurrahman Kautsar atau yang masyhur dengan Gus Kautsar menjelaskan beberapa sifat yang harus dimiliki seorang kiai atau ulama. Penjelasan tersebut disampaikan saat ngaji kitab Minhajul Abidin yang diadakan oleh Ittihadul Mutakhorijin Al-falah Ploso (IMAP) Lumajang yang dipusatkan di Pondok Pesantren As-Salaf Bondoyudo, Sukodono, Lumajang, Kamis (16/06/2022).

 

Gus Kautsar menuturkan, menjadi kiai bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa sifat yang disebutkan dalam kitab karya Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali tersebut yang seharusnya dimiliki seseorang yang mencapai derajat kiai.

 

"Dibutuhkan di tengah-tengah masyarakat, harus bisa menjadi sandaran umat. Maka dimana pun kiai berada harus siap menjadi tempat mengeluh umat dan solusi bagi umat," jelas Gus Kautsar di depan ratusan jamaah.

 

Gus Kautsar yang ditemani Gus Fahim Rayyani dan Gus Zidni Ilman Nafi'a ini melanjutkan, menjadi kiai juga harus mempunyai sifat penyabar alias tidak mudah dengan apa yang dihadapinya.

 

"Kemudian harus menyiapkan diri dengan baik menghadapi hal-hal yang tidak disukainya dan punya sifat bijaksana. Dan harus memiliki pertimbangan yang matang untuk kemaslahatan umat serta selalu meminta pertolongan kepada Allah," imbuh putra KH Nurul Huda Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso Mojo Kediri ini.

 

Cara bicara Kiai menurut Gus Kautsar adalah harus menyenangkan dan nyambung. Selain itu, kiai dituntut mampu memuliakan orang lain dan mengerti situasi serta memberi solusi dari setiap masalah yang disampaikan jamaahnya.

 

"Jangan sampai ada kiai yang membatu dan tidak murah senyum. Sebisa mungkin kiai harus memberi, namun ketika diberi hendaknya menolak," terang Gus Kautsar.

 

Namun meskipun demikian, kata Gus Kautsar, secara fisik kiai memang harus selalu ada untuk umat namun hatinya tetap dalam kesendirian bersama Allah. Sehingga umat nyaman bersamanya walau dalam kesendiriannya dirinya selalu menangis karena takut kepada Allah.

 

"Maka dia termasuk istimewanya umat Nabi yang selalu tersenyum di depan banyak orang karena bersyukur atas nikmat Allah. Mereka secara fisik bersama kita dan hatinya ada di langit," ungkap Gus Kautsar.


Tapal Kuda Terbaru