• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Tapal Kuda

Ini Resolusi yang Harus Dilakukan di Pergantian Tahun

Ini Resolusi yang Harus Dilakukan di Pergantian Tahun
Muhasabah Akhir Tahun dan Azam Tahun 2022 di Ma'had Aly Nurul Jadid, paiton, Probolinggo. (Foto: NOJ/ISt).
Muhasabah Akhir Tahun dan Azam Tahun 2022 di Ma'had Aly Nurul Jadid, paiton, Probolinggo. (Foto: NOJ/ISt).

Probolinggo, NU Online Jatim
Dalam rangka memperingati tahun baru masehi 2022, Badan Eksekutif Mahasantri (BEMs) Ma’had Aly Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo menggelar Muhasabah Akhir Tahun dan Azam Tahun 2022. Acara ini dilaksanakan di mushala Al-Amiri, Sabtu (01/01/2022).
 

“Ada dua pesan yang ingin saya sampaikan, yakni bedakan antara keinginan dan cita-cita. Kalau keinginan itu bersifat jangka pendek, bisa muncul lalu hilang, kepuasan semata. Sedangkan cita-cita tidak boleh hilang, bersifat jangka menengah dan panjang, terus menerus muncul di benak,” kata Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid, Gus Muhammad Al-Fayyadl. 
 

Sedangkan pesan kedua Gus Fayyadl, sapaan akrabnya adalah pentingnya menjaga kebiasaan. Karena kebiasaan menentukan sikap dan sikap menentukan kompetensi, karakter dan keahlian. 
 

Penyaji kedua, yakni Ustadz Ahmad Husain Fahasbu menyampaikan materi muhasabah yang bersumber dari kitab Ihya’ Ulumuddin. Karena untuk bermuhasabah, ada beberapa unsur yang harus dicapai. 
 

Di antaranya adalah musyarathah atau komitmen awal manusia menuju Allah/berubah lebih baik. Kedua, muraqabah, yakni merasa selalu dipantau. Sedangkan ketiga adalah muhasabah atau menghitung-hitung perbuatan selama ini.
 

“Untuk melakukan muhasabah ini tidak harus akhir tahun. Bisa setiap saat, hari, pekan atau bulan,” ujar dosen di Ma’had Aly Nurul Jadid tersebut.
 

Sedangkan yang keempat menurut Ustadz Husain adalah mu’athabah atau memberikan sanksi kepada diri sendiri bila tidak melaksanakan komitmen. Berikutnya mujahadah atau bersungguh-sungguh, serta terakhir mu’athabah, yakni penuh penyesalan bila tidak bisa melaksanakan komitmen.
 

Sebelum ditutup doa, Gus Fayyadl menginstruksikan para peserta, termasuk penyaji dan moderator untuk menulis lima poin sebagai catatan muhasabah dan azam atau resolusi tahun depan. Lima poin tersebut diisi selama sepuluh menit dan disimpan. Tidak ada yang tahu kecuali pemiliknya dan Allah SWT dengan menuliskan kelebihan, kekurangan, yang dapat dan tidak bisa dilakukan. Termasuk yang tidak biasa dilakukan tapi mesti dilakukan, hingga cita-cita serta azam yang dilakukan pada 2022.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru