• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 27 November 2022

Tapal Kuda

Inovatif, Mahasiswa ITSNU Pasuruan Ciptakan Jamu Mimba Manis

Inovatif, Mahasiswa ITSNU Pasuruan Ciptakan Jamu Mimba Manis
Mahasiswa ITSNU Pasuruan bersama warga saat memamerkan produk 'Jamu Instan Intaran' yang manis. (Foto: NOJ/ Makhfud Syawaludin)
Mahasiswa ITSNU Pasuruan bersama warga saat memamerkan produk 'Jamu Instan Intaran' yang manis. (Foto: NOJ/ Makhfud Syawaludin)

Pasuruan, NU Online Jatim

Mahasiswa Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik berhasil menciptakan inovasi produk berbasis potensi lokal di Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Yakni, membuat jamu instan dari daun mimba yang diberi nama ‘Jamu Instan Intaran’.

 

“Di sini banyak sekali Pohon Mimba. Masyarakat juga sudah membuat jamunya, namun masih terasa sangat pahit. Akhirnya, kami ingin membuatnya dengan rasa yang lebih nikmat. Sehingga bisa dirasakan oleh anak-anak hingga orang dewasa,” ungkap Hasanah selaku koordinator tim pembuatan jamu kepada NU Online Jatim, Senin (07/02/2022).

 

Ia juga menjelaskan, bahwa Pohon Mimba yang memiliki nama ilmiah Azadirachta Indica. Merupakan pohon yang tinggi batangnya dapat mencapai hingga 20 meter. Kulit yang tebal, batang agak kasar, daun menyirip genap, serta berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi dan runcing.

 

“Untuk manfaat dari jamu itu di antaranya sebagai antiseptik, antioksidan, meredakan sakit perut, mengatasi jerawat dan gatal-gatal, serta menambah nafsu makan dan mengatasi gejala maag,” imbuh mahasiswa program studi Pendidikan Biologi ini.

 

Sementara itu, Kepala Desa Jatirejo Ainul Yaqin, mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa ITSNU Pasuruan yang telah berusaha dan berhasil membuat jamu dari daun Mimba yang memiliki rasa manis dan praktis ketika dihidangkan.

 

“Memang yang namanya jamu itu pahit. Tapi kalau ini ada rasa manisnya. Baunya juga hilang. Rasanya mirip dengan teh. Kalau orang dulu mau buat sendiri masih enggan, karena harus diperas terlebih dulu. Tapi kalau dikristalkan seperti ini kan enak. Tinggal diseduh,” imbuhnya.

 

Untuk itu, dirinya berkomitmen akan mengembangkan hasil inovasi itu menjadi sumber ekonomi masyarakat setempat dan mendorongnya menjadi produk unggulan desa.

  

“Saya sangat kagum dengan hasil inovasi ini. Mudah-mudahan ini bisa kami kembangkan,” pungkasnya.


Tapal Kuda Terbaru