• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Juli 2022

Tapal Kuda

Optimalkan Dakwah Digital, NU Pasuruan Gelar Silaturahim Pengelola Media

Optimalkan Dakwah Digital, NU Pasuruan Gelar Silaturahim Pengelola Media
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Pasuruan, NU Online Jatim

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan mengelar forum silaturahim Admin Media Digital Nahdlatul Ulama (AMDNU) setempat pada Sabtu (05/02/2022). Kegiatan ini dilaksanakan di aula KH Ahmad Djufri Graha PCNU Kabupaten Pasuruan. 

 

Koordinator Media M Subadar mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengkonsolidasikan admin media digital dari struktur dan perangkat organisasi PCNU Kabupaten Pasuruan di semua tingkatan.

 

"PCNU mengundang AMDNU mulai dari tingkatan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), Badan Otonom (Banom) hingga tingkat ranting,” ujarnya.

 

Ia juga menjelaskan target dari kegiatan itu, di antaranya adalah pemetaan akun media digital organisasi. “Mengingat semakin beragamnya platform media digital yang ada, maka harus dimasifkan. Selain itu harus dilakukan penyamaan persepsi dalam membangun intensitas interaksi media digital NU,” lanjutnya.

 

“Memasifkan media sosial di lingkungan NU ini penting. Oleh karena itu, mari kita dukung media sosial NU mulai dari tingkat cabang hingga ranting," imbuh Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Pasuruan itu.

 

Mentan Ketua Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pasuruan tersebut menginstruksikan setiap postingan NU yang ada di media sosial harus mengikuti ketentuan yang diberikan.

 

"Mari saling mendukung aktivitas akun media digital dengan cara like, comment, share, follow dan subscribe mengunakan akun pribadi maupun media lembaga," ujarnya.

 

Sementara CEO TV 9, A Hakim Jayli mengatakan, untuk membuat konten di media sosial harus menyesuaikan isu-isu yang sedang berkembang.

 

"Untuk anak-anak, ibu-ibu, anak-anak milenial dan bapak-bapak itu kontennya sendiri-sendiri, jadi setiap konten punya peminat masing-masing," ujarnya.

 

Ia juga mengingatkan bahwa identitas NU harus populer di media sosial. Maka, konten yang dipublikasikan harus sesuai dengan cara pandang tradisi dan kebiasaan netizen.

  

"Tugas kita adalah menghadirkan NU di media sosial agar orang bisa menentukan identitas dirinya sebagai NU, karena NU itu populer," tutupnya.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru