• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 26 Juni 2022

Tapal Kuda

Cara Santri di Pasuruan Lestarikan Budaya Lewat Dolanan Yok

Cara Santri di Pasuruan Lestarikan Budaya Lewat Dolanan Yok
Festival Dolanan Yuk yang digelar oleh santri Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan. (Foto: NOJ/ Mokh Faisol)
Festival Dolanan Yuk yang digelar oleh santri Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan. (Foto: NOJ/ Mokh Faisol)

Pasuruan, NU Online Jatim

Santri Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan punya cara tersendiri untuk melestarikan permainan tradisional khas Indonesia, yakni dengan menggelar Festival Dolanan Yok (DY) ke-6. Kegiatan dilaksanakan di halaman pesantren setempat, Jum'at (28/01/2021).

 

Pengasuh Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan, KH Idris Hamid mengatakan, Dolanan Yok merupakan gambaran filosofis santri yang dalam bahasa Arab disebut Al-Muhafadhatu Ala Qadimis Shalih wal Akhdu bil Jadidil Ashlah. 

 

“Yakni, hal-hal yang pokok kita pertahankan mati-matian, kemudian hal-hal yang baru kita ambil manfaatnya untuk kita semua,” ujar Kiai Idris.

 

Sementara Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Gus Taufiq Abdurrahman mengatakan, bahwa santri di Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah sangat luar biasa. 

 

Ia menambahkan, meski hidup di pesantren selama 24 jam, ia tetap mengikuti perkembangan zaman. Sehingga bisa mengemas permainan tradisional menjadi Festival Dolanan Yok ini.

 

"Siapa yang bilang santri tidak mengikuti perkembangan zaman. Sekarang kita lihat santri bisa menggabungkan nilai-nilai kebangsaan dan kebudayaan Indonesia menjadi modern melalui Festival Dolanan Yok ini," imbuhnya.

 

Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan itu menambahkan, visi santri saat hidup di dunia modern adalah tidak melupakan akar tradisi budaya Indonesia, tentu tanpa menjauhi nilai-nilai keagamaan.

 

"Dunia boleh modern, tetapi jangan lupakan akar budaya bangsa Indonesia. Tetap pertahankan dan terus lestarikan budaya bangsa melalui Dolanan," katanya.

 

Dirinya pun mengutip penyampaian KH Mustofa Bisri atau Gus Mus. Disebutkan, bahwa semuanya adalah bangsa Indonesia yang beragama Islam, bukan orang Islam yang kebetulan hidup di Indonesia. 

  

"Maka, masyarakat Indonesia mengenal Islam melalui budaya yang sudah di akulturasikan oleh Walisongo. Hal itu juga yang dilakukan oleh para santri untuk mengenalkan dolanan melalui festival dolanan yok," tandasnya.


Tapal Kuda Terbaru