• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 27 November 2022

Rehat

Melihat dari Dekat Bangunan Legendaris, Kantor PBNU di Pasuruan 

Melihat dari Dekat Bangunan Legendaris, Kantor PBNU di Pasuruan 
Kondisi kantor PBNU di Pasuruan (Foto: NOJ/Mokh Faisol)
Kondisi kantor PBNU di Pasuruan (Foto: NOJ/Mokh Faisol)

Pasuruan, NU online Jatim
Tidak banyak orang yang tahu, jika Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pernah berkantor di sebuah rumah di Jalan Diponegoro, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Siapa yang menyangka bahwasanya kantor PBNU yang ada di Pasuruan merupakan rumah Ketua Umum PBNU dan Menteri Agama Republik Indonesia, KH Muhammad Dahlan.
 

Dalam pantauan NU Online Jatim, beberapa waktu berselang, kantor PBNU tersebut dalam kondisi terawat dan bagian pagarnya dicat hijau dan pilar-pilarnya masih berdiri kokoh. 
 

Lilik Farida selaku cucu keponakan KH Muhammad Dahlan mengatakan, pada masa Jepang KH Muhammad Dahlan adalah salah satu komandan Hizbullah. Pada keputusan Muktamar ke 16 NU di Perwokerto, terpilih menjadi Ketua Umum PBNU yang berkedudukan di Surabaya.
 

"Waktu saya kecil Mbah Kiai Dahlan selaku pimpinan teratas NU, beliau berjasa mengamankan sekretariat NU sewaktu peristiwa 10 November 1945 di Surabaya, PBNU dihijrahkan ke Pasuruan rumahnya sendiri, Jalan Diponegoro No 5 Pasuruan," ujarnya. 
 

Lebih lanjut Lilik mengatakan, dua tahun kemudian, Pasuruan diduduki oleh Belanda dan PBNU dipindahkan ke Madiun yang termasuk daerah republik. 
 

"Mbah Kiai Dahlan tidak bertahan selama setahun di Madiun karena pada tahun 1948 terjadi pemberontakan PKI yang disusul dengan agresi militer Belanda pada bulan Desember 1948 dan kantor PBNU terpaksa meninggalkan Kota Madiun, sehingga tidak ada orang yang mengetahui keberadaanya," ungkapnya.
 

Pada saat menjadi Menteri Agama KH Muhammad Dahlan bersama Prof KH Ibrahim Hosen menggelar Musabaqah Tilawatul Qur’an (MTQ) tingkat nasional pertama di Ujung Pandang. Kedua ulama ini bersama KH Zaini Mifftah, KH Ali Masykur dan H Mukti Ali membentuk Yayasan Ihya Ulumuddin. Setelah setahun merintis berdirinya Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ).
 

"Beberapa kebijakan KH Muhammad Dahlan hingga kini menjadi prioritas di antaranya satu merukunkan umat beragama, memajukan pendidikan agama, memprakasai MTQ dan PTIQ, serta terjemah dan tafsir Al Qur’an," ujarnya.
 

Pada kesempatan yang sama, Lilik mengatakan, KH Muhamad Dahlan merupakan ulama asal Pasuruan yang lahir pada 2 Juni 1909 atau 14 Jumadil Ula 1337 di Desa Mandaranrejo, Kota Pasuruan yang pernah menjabat salah satu Ketua Umum PBNU. Juga tercatat sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pasuruan pertama dan Menteri Agama Republik Indonesia.
 

"Jasa KH Muhammad Dahlan kurang banyak diketahui oleh para generasi muda di Pasuruan, padahal rumah tua itu mempunyai nilai sejarah dan cagar budaya. Atas jasa-jasanya, jenazah almarhum KH Muhammad Dahlan kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata Jakarta. Dan keturunannya yang masih ada bernama Hj Aidah Sofiati Dahlan yang tinggal di Jakarta Pusat," tutupnya.


Editor:

Rehat Terbaru