• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Tapal Kuda

NU Peduli Semeru

Kiprah Banser Dirikan Madin Darurat untuk Penyintas Erupsi Semeru

Kiprah Banser Dirikan Madin Darurat untuk Penyintas Erupsi Semeru
Madin darurat Nurul Ihsan bikinan Banser Lumajang untuk anak-anak penyintas erupsi Gunung Semeru. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)
Madin darurat Nurul Ihsan bikinan Banser Lumajang untuk anak-anak penyintas erupsi Gunung Semeru. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)

Lumajang, NU Online Jatim

Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Lumajang mendirikan Madrasah Diniyah (Madin) Darurat Nurul Ihsan untuk anak-anak penyintas erupsi Gunung Semeru, Selasa (04/01/2021). Madin darurat tersebut terletak di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang.

 

Kepala Satuan Khusus (Kasatsus) Banser Tanggap Bencana (Bagana) Lumajang, Agus Widiyanto mengatakan, bahwa pendirian Madin darurat tersebut dilakukan atas desakan warga karena lama anaknya tidak mengaji.

 

"Juga karena di Dusun Curah Kobo'an ada Madin bernama Nurul Ihsan milik sahabat Mohammad Ihsan salah seorang anggota Banser yang terkena erupsi Semeru," jelasnya saat dihubungi NU Online Jatim, Rabu (05/01/2022).

 

Agus menuturkan, Madin yang dibuat sangat sederhana dan hanya bisa menampung 30 anak dan tujuh guru. Pihaknya berharap bisa menambah satu unit lagi karena diperkirakan tidak hanya anak warga penyintas saja yang akan mengaji, tapi juga dari warga sekitar.

 

"Ya, karena ini darurat kita buat dari terpal dan bambu seadanya. Sebenarnya ini masih kurang lebar. Meski begitu, alhamdulilah tadi malam sudah diluncurkan dengan istighotsah bersama dan sore ini pembelajaran sudah bisa dimulai," imbuh Agus.

 

Secara terpisah, Mohammad Ihsan mengaku sangat bersyukur atas bantuan teman-teman Banser. Dirinya akan berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan Madin yang ada untuk membantu anak-anak mengaji. 

 

“Saya bersyukur atas inisiatif sahabat-sahabat Banser. Meski tidak akan semaksimal Madin pada umumnya, yang penting kita akan terus berusaha agar anak-anak ini juga sedikit "selimur" dan traumanya bisa hilang dengan mengaj," katanya. 

 

Dirinya pun mengaku masih terekam jelas dalam ingatan ketika bencana tersebut melanda. Saat peristiwa itu, dirinya dan anak-anak yang mengaji berusaha menyelamatkan diri sekuat tenaga.

  

"Kalau disuruh cerita saat ini saya masih gemetar ketika mengingat peristiwa itu,” Ihsan mengakhiri obrolan. 


Tapal Kuda Terbaru