• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 2 Desember 2022

Tapal Kuda

Kisah Pilu Ibu Meninggal sambil Memeluk Bayi akibat APG Semeru

Kisah Pilu Ibu Meninggal sambil Memeluk Bayi akibat APG Semeru
​​​​​​Davian di makam ibu, ayah dan adiknya di Desa Sidorejo Kecamatan Rowokangkung Lumajang. (NOJ/Sufyan)
​​​​​​Davian di makam ibu, ayah dan adiknya di Desa Sidorejo Kecamatan Rowokangkung Lumajang. (NOJ/Sufyan)

Lumajang, NU Online Jatim
Genap satu bulan sudah bencana erupsi Semeru terjadi. Banyak kisah memilukan yang dialami beberapa korban. Di antaranya adalah kisah ibu bernama Putri Novitasari warga Dusun Curah Kobo'an Desa Supiturang Pronojiwo. Ia ditemukan meninggal sambil memeluk Naura, bayinya dalam posisi digendong. Nyawa keduanya tak dapat ditolong akibat tertimpa Awan Panas dan Guguran (APG) Semeru.
 

Pepatah bahwa kasih ibu sepanjang jalan dan kasih anak sepanjang galah benar-benar tergambar dari kisah Novitasari. Jenazahnya lekat memeluk anaknya yang masih bayi dengan separuh badan tertimbun pasir Semeru di dapur rumahnya. Hal itu yang akhirnya membuat keduanya dimakamkan tetap dengan kondisi seperti itu di satu liang lahad.
 

"Tidak mungkin dipisah, karena kondisinya melekat, nempel mas," cerita Paimo Ayah Novitasari saat ditemui NU Online Jatim di kediamannya di Desa Sidorejo Rowokangkung Lumajang beberapa waktu berselang.
 

Sedangkan Narti, ibu dari Novitasari mengatakan sebelumnya tidak pernah menyangka jika putri dan cucunya begitu cepat meninggalkannya. Sebelum kejadian erupsi itu pun, Narti sempat video call putrinya sekadar menanyakan kabar.
 

"Tidak ada firasat apa-apa, hanya saja dua hari sebelum kejadian anak saya ini selalu muncul di pikiran saya. Sebenarnya dia waktu itu tak suruh ke sini karena ada acara haul mbahnya, tapi dia ndak mau karena anaknya sedang ujian semester," ungkap Narti dengan air mata berderai.
 

Narti juga bercerita, suami anaknya yang seorang penambang pasir juga ditemukan meninggal, namun baru dimakamkan tanggal 29 Desember 2021. Akhinya  dimakamkan di samping istrinya di pemakaman umum Desa Sidorejo.
 

"Menantu saya itu sempat menelpon dan memberikan kabar jika ada lahar. Semuanya sudah takdir mas, ya alhamdulillah Davian anaknya yang satunya bisa selamat," terang Narti sambil mengelus cucu satunya yang selamat.
 

Kini Narti dan suaminya berjanji akan membesarkan cucunya yang tak lain adalah anak dari Novitasari yang kini sebatang kara. Karena seluruh keluarga di Dusun Curah Kobo'an juga seluruhnya meninggal dunia.
 

"Besan saya juga meninggal. Davian ini mau bersama siapa lagi kalau tidak sama kita. Kalau nanti dapat jatah hunian sementara, ya tetap kita ambil. Tapi biar Davian bersama kita dulu mas," pungkasnya.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru