• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 23 Januari 2022

Tapal Kuda

Kunjungi Korban Erupsi Semeru, Jokowi: Kemungkinan Relokasi

Kunjungi Korban Erupsi Semeru, Jokowi: Kemungkinan Relokasi
Presiden Jokowi (kanan) saat kunjungan ke Kabupaten Lumajang, Selasa (07/12/2021). Foto: Istimewa
Presiden Jokowi (kanan) saat kunjungan ke Kabupaten Lumajang, Selasa (07/12/2021). Foto: Istimewa

Lumajang, NU Online Jatim

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, Selasa (07/12/2021).

 

Saat kunjungan, Presiden Jokowi ditemani sejumlah pajabat dan disambut Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur  serta H Thoriqul Haq Bupati Lumajang.

 

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengatakan, relokasi pemukiman warga sangat dimungkinkan jika diperlukan.

 

"Kita berharap nanti semua bisa kita mulai perbaikan infrastruktur maupun kemungkinan relokasi dari tempat-tempat yang berbahaya jika dihuni kembali,” ujar Presiden RI ke-7 usai dari posko utama pengungsian di Lapanagan Sumberwuluh.

 

Terpisah, Cak Thoriq menyampaikan, jembatan perak yang menjadi penghubung Lumajang-Malang akan segera dibangun.

 

"Presiden setuju relokasi, skenarionya bisa relokasi ke desa terdekat di tanah milik negara yaitu di lahan milik Perhutani (Jatian). Jembatan perak juga direncanakan akan segera dibangun kembali dengan target sekitar 9 bulan," ungkapnya.

 

Ia menambahkan, selama pembangunan jembatan yang terputus tersebut juga akan dibangun akses sementara menuju Ponojiwo Lumajang tanpa harus melalui Pasuruan-Malang.

 

"Akan dibangun jalan Alternatif dari Pasirian menuju Tempursari sampai Pronojiwo," imbuhnya.

 

Terkait masalah kondisi pengungsi saat ini, Cak Thoriq mengaku terus berupaya dapat benar-benar tertangani secara maksimal. Mengingat, pengungsi yang semakin tersebar di beberapa wilayah.

 

 

"Yang di balai desa dan kecamatan segera akan dipindah ke sekolah yang bisa digunakan tempat, sambil terus mengkonsolidasi yang belum teratur," pungkasnya.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru