• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 14 Agustus 2022

Tapal Kuda

LPBINU dan BPBD Gelar Sosialisasi di Pantai Wotgali Lumajang

LPBINU dan BPBD Gelar Sosialisasi di Pantai Wotgali Lumajang
Aksi membersihkan lingkungan Pantai Wotgali, Yosowilangu, Lumajang. (Foto: NOJ/Imam Malik H)
Aksi membersihkan lingkungan Pantai Wotgali, Yosowilangu, Lumajang. (Foto: NOJ/Imam Malik H)

Lumajang, NU Online Jatim
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim-Nahdlatul Ulama (LPBINU) menggelar sosialisasi dan proses penanggulangan bencana. Hal tersebut juga untuk memperingati World Environment Day atau hari lingkungan hidup sedunia. 


Acara ini dihadirkan beberapa pemateri yakni dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, yang dilaksanakan di Pantai Wotgali, Kecamatan Yosowilangu, Ahad (05/06/2022).


“Hingga saat ini masih banyak orang dan masyarakat yang belum sadar akan manfaat lingkungan. Banyaknya sampah di pantai, padahal bisa menimbulkan bencana dan yang lebih parah adanya banjir rob atau tsunami,” kata Gus Yoyok Wahyudi kepada NU Online Jatim.


Inisiator gerakan ini menjelaskan alasan kegiatan dipusatkan di Wotgalih karena menjadi salah satu kampanye bagi masyarakat. Yakni dengan memperingati hari lingkungan hidup sedunia, maka hiharap bisa mengerti akan kebersihan alam. 


“Kita punya slogan ‘kita jaga alam, alam jaga kita’ dengan ini semua alam akan menunjukkan timbal baliknya kepada semua insan,” kata Ketua Pengurus Cabang (PC) LPBINU Bangil, Pasuruan tersebut.


Dikemukakan pula bahwa lokasi merupakan tempat wisata yang sering didatangi wisatawan, dengan demikian akan mendapat perhatian khusus. Bahkan dari pemerintah juga turut andil mendukung acara seperi koramil, BPBD Jatim, bahkan bergabung pula Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU).


“Mudah-mudahan dalam kegiatan dari konservasi alam melalui penanaman mangrove dan pohon mente serta pembersihan sampah, wisatawan menjadi betah di pantai,” harapnya. 


Dirinya juga berharap masyarakat sadar bila sudah berwisata akan membawa kresek sendiri tanpa melibatkan petugas kebersihan meskipun sudah ada yang bertanggung jawab,” terang pria yang juga Ketua Yayasan di Jagat Alam Nusantara Lumajang ini.


Dadang Iqwandi dari BPBD Jawa Timur menyatakan bahwa Kabupaten Lumajang adalah wilayah ‘Palu Gada’ atau apa lu mau gua ada.


“Oleh karenanya ada satu taqline yang kami gemborkan yakni ‘penanggulangan bersama, urusan bersama’ karena semua ini bukan hanya urusan BPBD, melainkan juga peran mahasiswa, sekolah, ormas, dan banom yang berada di NU harus juga ikut andil,” ungkapnya.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru