• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 28 September 2022

Tapal Kuda

Rais Syuriyah NU Lumajang: Santri Tidak NU adalah Bid'ah

Rais Syuriyah NU Lumajang: Santri Tidak NU adalah Bid'ah
KHR Husni Zuhri, Rais Syuriyah PCNU Lumajang. (Foto: NOJ/Sufyan Arif)
KHR Husni Zuhri, Rais Syuriyah PCNU Lumajang. (Foto: NOJ/Sufyan Arif)

Lumajang, NU Online Jatim

KH R Husni Zuhri, Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lumajang menjelaskan, ikatan santri dan NU bagaikan kacang dengan kulitnya. Keduanya menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Dia bahkan menyebut santri tapi tidak NU dengan bid’ah.

 

Hal itu disampaikan Kiai Husni saat pembukaan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ikatan Keluarga Santri dan Alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuputih Kidul atau Iksaba yang ke-III di aula pesantren tersebut di Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jumat (21/01/2022).

 

"Jika ada alumni santri tidak Aswaja, tidak NU, maka itu yang bid'ah, benar-benar bid'ah," tegas Kiai Husni.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum itu sengaja mengusulkan tema yang dibahas pada Silatnas dengan penguatan Ahlussunah wal Jama'ah, karena Kiai Husni menilai dampak media sosial begitu mempengaruhi cara berpikir santri pada zaman ini.

 

"Di medsos sudah banyak yang suka membid'ah-bid'ahkan. Maka momen baik ini kita manfaatkan terutama berkaitan dengan Aswaja, khawatir nanti ada alumni yang menjadi kacang lupa kulitnya," imbuh Kiai Husni.

 

Dia menegaskan, didirikannya pesantren oleh para ulama mempunyai misi pengkaderan manusia agar menjadi insan bertaqwa dengan ideologi Aswaja dan akhlaqul karimah.

 

"Bicara mengenai Aswaja, maka santri alumni tidak lepas dari ikatan Aswaja yang dikemas dengan NU. Sering saya sampaikan, jika santri alumni lupa dengan Aswaja (NU), maka dia seperti ikan yang terlepas dari air, artinya dia mati," ujar Kiai Husni.

 

Silatnas ke-III ini diisi dengan seminar ilmiah mengusung tema Menguatkan Islam Ahlussunah Wal Jamaah di Bumi Nusantara dengan narasumber Dr Hanif Saha Ghofur, ahli kajian Islam Timur Tengah, dan KH Ma'ruf Khozin, Direktur Aswaja Center PWNU Jatim.


Tapal Kuda Terbaru