• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 26 September 2022

Tapal Kuda

Santri di Pasuruan Dibekali Tips Memilih Kampus Impian

Santri di Pasuruan Dibekali Tips Memilih Kampus Impian
Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan menggelar kegiatan 'Alumni Inspiratif'. (Foto: NOJ/ Diana Putri Maulida)
Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan menggelar kegiatan 'Alumni Inspiratif'. (Foto: NOJ/ Diana Putri Maulida)

Pasuruan, NU Online Jatim

Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan menggelar kegiatan bertajuk ‘Alumni Inspiratif’, Rabu (19/01/2022). Kegiatan tersebut merupakan ajang berbagi pengalaman dari alumni pada santri aktif, utamanya tips dalam memilih jurusan dan kampus.

 

Riqza Ma`rifatul Haq Maulana alumni pesantren setempat yang kuliah di Jurusan Kedokteran Universitas Brawijaya mengatakan, bahwa hal terpenting dalam memilih jurusan dan kampus ialah disesuaikan dengan minat dan bakat masing-masing.

 

“Karena hal demikian akan terasa mudah dan menyenangkan. Berbeda apabila didasari keterpaksaan, maka risikonya harus siap bekerja di bawah tekanan,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam kegiatan itu.

 

Selain itu, sejumlah persiapan perlu dilakukan agar diterima di kampus impian. Seperti yang dilakukan dirinya dengan tidak langsung melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi selepas dari pesantren. Namun, ia memilih untuk belajar dann menyiapkan segala hal. 

 

“Dan, alhamdulillah saya berhasil diterima melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SBMPTN) atau tes tulis,” terangnya.

 

Ia menambahkan, transisi dari lingkungan pendidikan pesantren ke pendidikan umum memerlukan proses adaptasi. Sehingga, menurutnya sangat penting untuk memilih lingkup pertemanan yang sesuai.

 

“Kita bisa kuliah sambil mondok. Jadi, rutinan di pesantren tidak hilang begitu saja. Kemudian bisa juga gabung di organisasi-organisasi ke-NU-an,” tambah Riqza.

 

Sementara Ivan Zainul Arief, mahasiswa D-4 Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengatakan, visualisasi mimpi sangat berpengaruh terhadap usaha seseorang dalam meraih mimpi tersebut.

 

Menurutnya, ia sejak kelas 10 SMA sudah berkeinginan untuk berkuliah di jurusan Teknik Kimia. Inilah yang membuatnya bersikeras untuk tetap mencoba daftar ke berbagai universitas, meskipun tidak sekali dua kali ia mengalami kegagalan.

 

“Kalau cara menepis rasa tidak percaya diri karena anak pesantren yaitu dengan mengubah pola pikir. Kita kan sama-sama menempuh pendidikan SMA, sama dengan mereka, jadi pasti bisa,” tuturnya.

 

Dirinya berharap melalui acara tersebut, para santri dapat lebih termotivasi agar berani bermimpi untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

 

“Teman-teman jangan pernah patah semangat meskipun lahir dari lingkungan pesantren. Teruslah bermimpi setinggi mungkin,” tandasnya.


Tapal Kuda Terbaru