• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Tapal Kuda

Guru Pesantren KHA Wahid Hasyim di Pasuruan Didorong Melek Media

Guru Pesantren KHA Wahid Hasyim di Pasuruan Didorong Melek Media
Madrasah Media di Pondok Pesantren KHA Wahid Hasyim Bangil. (Foto: NOJ/Makhfud Syawaludin)
Madrasah Media di Pondok Pesantren KHA Wahid Hasyim Bangil. (Foto: NOJ/Makhfud Syawaludin)

Pasuruan, NU Online Jatim

Guru Pondok Pesantren KHA Wahid Hasyim Kecamatan Bangil, Pasuruan, didorong untuk melek media. Salah satu caranya dengan menggelar Madrasah Media di aula pesantren pada Selasa-Rabu (18-19/01/2022). Komunitas Media Pondok Jatim digandeng dalam kegiatan tersebut.

 

KH Ahmad Wildan Khoiron, Ketua Yayasan Pondok Pesantren KHA Wahid Hasyim, menyampaikan, tujuan kegiatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas bermedia bagi guru di semua unit lembaga yayasan.

 

"Agar betul-betul kreatif dalam bermedia serta bisa memperkenalkan profil Pondok Pesantren Wahid Hasyim Bangil," katanya kepada NU Online Jatim.

 

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membentuk tim media pondok pesantren. Sehingga dapat mendokumentasikan hingga mempromosikan berbagai kegiatan lembaga.

 

"Akan diberikan Surat Keputusan (SK) oleh yayasan untuk melaksanakan tugas dan amanat," pungkas pria yang pernah menjadi Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) Bangil itu.

 

Sementara itu, Gus Hisyam Abbas, pengurus MJP, menuturkan, materi pelatihan meliputi desain, fotografi, dan videografi. Selanjutnya dilakukan praktik dari setiap materi itu. "Tiap kegiatan apa saja di setiap unit lembaga adalah konten dari media tersebut," ucapnya.

 

Dirinya berharap agar media Pondok Pesantren KHA Wahid Hasyim mampu memproduksi konten-konten keislaman yang berkualitas dan sesuai tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.

 

"Pesantren harus mengisi konten-konten media yang benar, sehat, dan bersanad. Bukan asal comot dari buku-buku terjemah," pungkas anggota media Pondok Pesantren Lirboyo Kediri itu.


Tapal Kuda Terbaru