• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 31 Januari 2023

Tapal Kuda

Sekretaris RMINU Lumajang Ingatkan Bahaya Riya’

Sekretaris RMINU Lumajang Ingatkan Bahaya Riya’
Gus Kun Muhandis saat menjelaskan isi kitab Minahus Saniyyah. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif).
Gus Kun Muhandis saat menjelaskan isi kitab Minahus Saniyyah. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif).

Lumajang, NU Online Jatim

Beramal baik merupakan kewajiban setiap manusia untuk bekal di akhirat. Namun tidak sedikit amal baik yang telah dilakukan manusia menjadi sia-sia karena perbuatan riya' atau pamer. Sebab hal demikian dapat melebur pahala amal baik tersebut. 

 

Hal ini disampaikan oleh Gus Kun Muhandis, Sekretaris Pengurus Cabang (PC) Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdatul Ulama (RMINU) Kabupaten Lumajang dalam kajian kitab Minahus Saniyyah secara virtual pada Rabu (18/08/2021). Acara ini dipusatkan di studio Media Center An-Nahdloh (MCN) Gedung NU I Jl Alun-alun Timur No 3 Lumajang.

 

Gus Kun, panggilan akrabnya menjelaskan, masuknya sifat riya' kedalam diri manusia sangatlah halus. Jika tidak berhati-hati dapat menipu seseorang.

 

"Salah satu di antara kelembutan riya' itu adalah menceritakan amal-amal baik yang sudah dilakukan sebelumnya. Tidak ada orang tahu kemudian dia ceritakan dengan tanpa adanya tujuan syar'i," ungkapnya.

 

Gus Kun menambahkan, tujuan syar'i menjadi ukuran riya' tidaknya seseorang dalam melakukan kebaikan. Maka penting menekankan tujuan syar'i ini agar tidak terjebak dalam perbuatan riya'.

 

"Tujuan syar'i itu contohnya guru menceritakan amaliahnya di saat dia belajar agar santrinya meniru. Seperti orang tua mencertitakan kebaikannya agar diteladani anaknya. Intinya sama sekali tidak ada niatan agar dipuji itu tidak masalah," imbuh pengasuh Pondok Pesantren Al-Wadud Boreng Lumajang ini.

 

Lebih lanjut Gus Kun mengungkapkan tujuan-tujuan baik harus terus dipertahankan. Karena tidak menutup kemungkinaan di tengah perjalanan tujuan tersebut berubah.

 

"Waspadalah terhadap menceritakan atau memperdengarkan, memberitahukan amal-amalmu karena itu juga akan membatalkan amalmu seperti halnya riya. Awalnya dia bertujuan baik, namun setelah itu muncul niat agar dia dipuji. Ini yang dinamakan sum'ah," lanjutnya.

 

Obat dari perbuatan pamer ini, menurut Gus Kun tidak ada lain kecuali bertobat dan menata niat kembali murni karena Allah.

 

 

"Sifat riya' itu memang tujuan awalnya murni karena ingin dipuji orang lain. Maka sulit untuk mengobati penyakitnya ini. Berbeda dengan sum'ah yang awalnya bertujuan lillahi ta'ala ini mudah diobati. Obatnya ya tobat. Menyesal sehingga dia akan bisa kembali melaksanakan amalan-amalan dengan tujuan yang benar," pungkasnya.

 

Penulis: Sufyan Arif

Editor: Romza


Editor:

Tapal Kuda Terbaru