• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 1 Desember 2022

Tapal Kuda

Wakil Katib NU Situbondo Beri Tips Istiqamah Beribadah

Wakil Katib NU Situbondo Beri Tips Istiqamah Beribadah
KH Ahmad Hanif Makki (kiri), Wakil Katib PCNU Situbondo. (Foto: NOJ/ Istimewa)
KH Ahmad Hanif Makki (kiri), Wakil Katib PCNU Situbondo. (Foto: NOJ/ Istimewa)

Situbondo, NU Online Jatim
Wakil Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Situbondo, KH Ahmad Hanif Makki mengatakan bahwa bulan Ramadhan telah memasuki penghujung. Untuk itu, ia berharap kualitas ibadah Nahdliyin selapas Ramadhan nanti tetap istiqamah seperti yang dilakukan pada bulan Ramadhan.


"Sudah lumrah terjadi di masyarakat bahwa porsi ibadah mereka dilipat gandakan dan ditingkatkan saat bulan Ramadhan. Semisal biasanya tidak shalat tahajud, saat Ramadhan jadi rutin melakukan tahajud," ujarnya saat kajian online di kanal YouTube Kanzul Barokah, Sabtu (30/04/2022).


Pada dasarnya tidak ada yang salah bila setiap Muslim meningkatkan ibadahnya di bulan Ramadhan yang mulia. Sebab, Allah SWT menjanjikan pahala 10 kali lipat saat bulan Ramadhan dibandingkan bulan lainnya.


Akan tetapi, lanjut alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri tersebut, ibadah tersebut cenderung musiman dan dilakukan saat bulan Ramadhan saja. Hal ini tentu menimbulkan kesan kurang baik karena istiqamah bagian dari karamah.


"Memang tidak salah, tetapi lulus tidaknya seseorang melewati ujian pada Ramadhan itu adalah ketika ia sudah melewati fase seusai Ramadhan, bahwa masih ia tetap istiqamah atau malah semakin berkurang ibadahnya," tegasnya.


Ia menerangkan, jika seseorang hanya istiqamah di bulan Ramadhan dan keistiqamahannya menjadi berkurang selepas Ramadhan, maka bisa dikatakan tidak lolos dalam ujian Ramadhan tersebut.


"Kalau hanya musiman saat Ramadhan saja, lalu selepas Ramadhan kendor, maka ia bisa dikatakan tidak lulus ujian selama Ramadhan. Karena berhasilnya sesuatu itu dilihat dari setelah ia melewati ujian," katanya.


"Sama halnya dengan ibadah haji, apakah orang yang haji itu disebut mabrur atau tidak, dilihat dari perilakunya sepulang dari naik haji. Jika ia berubah menjadi lebih baik, maka insyaallah hajinya mabrur. Tapi kalau perilakunya lebih buruk dari sebelumnya, maka itu bukan mabrur,” imbuhnya.


Untuk itu, dirinya berharap seluruh masyarakat, utamanya Nahdliyin, agar selalu menjaga sikap keistiqamahan ibadah yang dilakukan setelah Ramadhan sebagaimana yang dilakukan saat bulan Ramadhan.


"Semoga masyarakat bisa menjaga keistiqamahan beribadah seusai bulan Ramadhan ini. Salah satu caranya dengan berniat dalam hati untuk selalu beristiqamah dan selalu ingat kepada Allah dengan berdzikir," tandasnya.


Tapal Kuda Terbaru