• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 1 Desember 2022

Tokoh

Strategi KH Bisri Syansuri agar Tidak Makan di Warung

Strategi KH Bisri Syansuri agar Tidak Makan di Warung
KH Bisri Syansuri dan KH Wahab Hasbullah (Foto:NOJ/ArsipNU)
KH Bisri Syansuri dan KH Wahab Hasbullah (Foto:NOJ/ArsipNU)

Haul Kiai Bisri Syansuri ke 43 yang digelar pada 1 Februari 2022 telah purna akan tetapi setiap mengingat sosok Kiai Bisri selalu teringat pula kisahnya dengan Kiai Wahab Hasbullah. Kedua Kiai ini memang bisa dibilang soulmate dan kerap memiliki kisah yang menggelitik, tentunya mengandung hikmah dan pelajaran untuk kita semua, salah satunya kisah tentang kebiasaan “marung” (makan di warung) yang pernah saya dengarkan dari Ahmad Athoillah (Gus Aik) Denanyar.
 

Perlu diketahui bahwa kedua tokoh ini dalam persoalan “marung” tidak sepaham; Kiai Bisri kurang suka makan di warung, sedangkan Kiai Wahab doyan makan di warung.
 

Suatu ketika, Kiai Bisri dan Kiai Wahab satu mobil bepergian luar kota, dikarenakan keduanya belum mengisi perut, Kiai Wahab berinisiatif berhenti di warung untuk makan. Kurang lebih narasinya seperti ini:
 

"Aku tak andok nang warung sik", kata Kiai Wahab
(saya makan di warung dulu)
 

"Aku emoh mangan nang warung", sahut Kiai Bisri
(saya tidak suka makan di warung)


"O, yo wis nek ngunu tak andok dewe", ucap Kiai Wahab
(Ya sudah, kalua begitu saya makan sendiri)


Kiai Wahab pun turun, beberapa langkah kemudian tiba-tiba Kiai Bisri berseru kepada Kiai Wahab:


Kang, aku yo bungkusno, seru Kiai Bisri kepada kakak iparnya.
(Mas, saya juga bungkuskan nasi)


Setelah Kiai Wahab selesai makan, membawa bungkusan nasi pesanan Kiai Bisri, lalu masuk kendaraan, beliau menggoda Kiai Bisri:


"Jare emoh marung koq jaluk dibungkusno?", goda Kiai Wahab
(katanya tidak suka makan di warung, koq minta dibungkuskan?)


Yo bedo, ngene iki jenenge dudu marung, tapi mangan nang kendaraan,  seloroh Kiai Bisri.
(ya beda, ini namanya bukan makan di warung, tapi makan di dalam mobil)
 

Kisah yang populer di kalangan keluarga Denanyar dan Tambakberas ini menunjukkan bahwa kedua tokoh NU ini meskipun tidak sependapat dalam beberapa hal namun tetap menunjukkan keharmonisan, keceriaan di tengah perbedaan. 


Editor:

Tokoh Terbaru