• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 18 Juni 2024

Jujugan

Makam Aulia Sono Bukti Sidoarjo Pusat Keilmuan Islam di Masa Lalu

Makam Aulia Sono Bukti Sidoarjo Pusat Keilmuan Islam di Masa Lalu
Komplek Makam Aulia Sono di Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
Komplek Makam Aulia Sono di Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Makam Aulia Sono pada mulanya belum begitu familiar di kalangan masyarakat Sidoarjo. Kemudian pada tahun 2022, di masa Bupati Sidoarjo H Ahmad Muhdlor Ali, dilakukan pembangunan ulang makam.

 

Peresmian makam dilakukan langsung oleh Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Pasca direnovasi, Makam Aulia Sono mulai banyak dikunjungi masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya. Area makam Aulia Sono ini luasnya mencapai 3.956 m2 di dalam komplek Guspujat Optronik II Puspalad Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.

 

Sedikitnya ada lima makam di dalamnya, yakni makam pendiri Pondok Pesantren Sono, Buduran KH Muhayyin, Hj Asfiyah (istri KH Muhayyin), KH Abu Mansur (putra), KH Zarkasi (putra), KH Said (cucu), dan KH Ma’shum Ahmad (cicit).

 

Di depan pendopo Makam Aulia Sono, peziarah bisa meluangkan waktu untuk membaca silsilah KH Muhayyin yang tersambung hingga Rasulullah SAW. Pendopo sangat bagus dan bersih sehingga nyaman untuk membaca tahlil. Letak makam berada di sisi timur pendopo, makam juga sangat bersih dan sisi-sisi makam mengunakan rumput sintetis.

 

Peziarah yang menggunakan kendaraan roda dua, agar lebih aman bisa memarkir kendaraannya di area parkir sisi barat. Yakni, bisa masuk di area parkir mobil hingga dekat pendopo. Area parkir mobil sangat luas, bus-bus besar bisa masuk ke area ini.

 

Keberadaan Makam Aulia Sono ini menjadi bukti sejarah bahwa Sidoarjo termasuk salah satu pusat keilmuan Islam di masa lalu. Hal ini pun ditegaskan oleh KH Muhammad Abdurrahman Al Kautsar atau Gus Kautsar dalam sebuah kesempatan yang menyebutkan bahwa Sidoarjo di zaman dulu merupakan tempatnya orang alim.

 

Di samping itu, sejumlah ulama besar pernah nyantri di Sidoarjo. Sebut saja di antaranya Hadratussyeikh KH M Hasyim Asy’ari Pondok Pesantren Tebuireng Jombang sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, ada pula KH Abdul Karim dari Pondok Pesantren Lirboyo dan KH Ahmad Djazuli Utsman Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri.


Jujugan Terbaru