• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Jujugan

Penasaran Sungai Amazon? Coba Sensasi Sungai Maron Pacitan

Penasaran Sungai Amazon? Coba Sensasi Sungai Maron Pacitan
Menikmati sensasi Sungai Maron di Pacitan. (Foto: NOJ/MDm)
Menikmati sensasi Sungai Maron di Pacitan. (Foto: NOJ/MDm)

Seperti ditulis media ini, destinasi wisata di Pacitan banyak pilihan. Para pelancong akan dimanjakan dengan beragam pemandangan alam yang demikian memukau. Termasuk Sungai Maron yang disamakan dengan Sungai Amazon di Amerika Selatan.


Untuk bisa menjangkau lokasi ini, pengunjung harus melewati jalan menanjak dan menurun curam. Namun kalau cuaca cerah selepas hujan, maka pengunjung demikian dimanjakan pemandangan yang demikian sensasional. Sehingga terkurasnya tenaga selama menuju lokasi akhirnya dapat terbayar lunas.


Anda akan disambut papan tempat wisata bertuliskan Sungai Maron. Sebelum menyusuri sungai yang bermuara di Pantai Ngiroboyo ini, pengunjung diwajibkan mengenakan pelampung untuk keselamatan. Tentu tak lupa membayar tiket masuk. Sementara untuk menyusuri sungai, pengelola menyediakan jasa sewa perahu. 


Dengan demikian wisatawan bisa menikmati paket susur Sungai Maron dengan perahu bermesin. Usai melakukan pembayaran, akan menyusuri sungai dengan perahu berkapasitas maksimal lima orang ini dan menempuh perjalanan susur sungai selama 30 hingga 45 menit. 


Perahu tradisional bermesin ini pun mulai mengeluarkan bunyi kasar khas bahan bakar solar yang menandakan akan segera bergerak menyusuri sungai. Sepanjang perjalanan, pengunjung dibuat takjub oleh rimbunnya beragam pohon termasuk kelapa di kiri dan kanan sungai. Ditambah aliran air sungai berwarna hijau jernih. Inilah yang menjadi daya tarik wisata Pacitan satu ini sehingga tak heran pengunjung menjulukinya sebagai Amazonnya Jawa Timur. 


Mendekati Pantai Ngiroboyo, pengunjung melihat bukit-bukit karang di sekitar sungai. Ketika melihat ini, merasa tengah berada di Phuket, Thailand dan bahkan Grand Canyon, Amerika. Sungguh sebuah tipuan ciamik yang alami ini berhasil membuat siapa saja akan berdecak kagum melihatnya.


Bosan jika hanya duduk di perahu sepanjang perjalanan? Tenang saja, pengunjung juga bisa sedikit bergerak dengan berfoto di wahana ayunan. Pengunjung tinggal berdiri dari perahu dan naik ke ayunan yang diikatkan di batang pohon besar nan kuat. Banyak yang mengabadikan pengalaman naik ayunan di atas sungai berkedalaman hingga 20 meter ini. 


Wisata Sungai Maron biasanya dilengkapi dengan menghabiskan waktu di Pantai Ngiroboyo. Pengunjung biasa turun sejenak dan menikmati suasana pantai yang tidak panjang itu. Supir perahu pun setia menunggu maksimal dua jam di pantai sebelum kembali ke dermaga Sungai Maron. Ini sudah sepaket, jadi tidak perlu membayar lagi. Wisatawan bebas menikmati Pantai Ngiroboyo yang sejajar dengan Pantai Watu Karung, Pacitan. Supir perahu biasanya menunggu hingga dua jam. 


Perjalanan susur sungai pun berakhir, pengunjung tiba di dermaga Sungai Maron setelah 40 menit dimanjakan dengan keindahan sang Amazon Jawa Timur. Disarankan sebaiknya membawa topi karena panas terik akan menemani selama susur sungai. Tentunya, tidak lupa membawa kamera atau gawai untuk mengabadikan setiap momen yang terjadi di sini. Lalu pun bisa berenang tanpa takut terseret arus. Hal ini karena sepanjang perjalanan, aliran air tampak tenang dan seolah-olah memanggil untuk masuk ke dalam dan menikmatinya. Tentu, jangan lupa membawa baju ganti jika kamu ingin berenang. 


Usai dari pantai ini, pengunjung juga bisa melanjutkan perjalanan ke Pantai Kasap yang hanya ditempuh sekitar 30 menit. Bagaimana, penasaran dengan Sungai Amazon? Silakan berkunjung ke Pacitan.
 


Editor:

Jujugan Terbaru