• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 28 Mei 2022

Kediri Raya

Fatayat NU Blitar Kawal Program ‘Perempuan Bersuara Mengawasi JKN-KIS’

Fatayat NU Blitar Kawal Program ‘Perempuan Bersuara Mengawasi JKN-KIS’
Penandatanganan MoU oleh Ketua Fatayat NU dengan Dinas Sosial dan BPJS Kabupaten Blitar. (Foto: Istimewa)
Penandatanganan MoU oleh Ketua Fatayat NU dengan Dinas Sosial dan BPJS Kabupaten Blitar. (Foto: Istimewa)

Blitar, NU Online Jatim

Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Blitar mendapat kepercayaan menjalankan program ‘Perempuan Bersuara Mengawasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-Kartu Indonesia Sehat (KIS)’. Kepercayaan ini diberikan Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU bersama Akatiga sebagai salah satu dari 8 Kabupaten di Indonesia yang akan mengawal program tersebut.

 

Sebagai awal pelaksanaan, Fatayat NU Kabupaten Blitar melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Dinas Sosial dan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) kabupaten setempat untuk mengawal program tersebut. Kegiatan ini disaksikan langsung Anggia Ermarini, Ketua Umum PP Fatayat NU dan Rini Syarifah, Bupati Kabupaten Blitar.

 

Mak Rini, sapaan akrab Bupati Blitar mengapresiasi program yang akan dilaksanakan oleh Fatayat NU. Ia juga mengungkapkan, ini merupakan wujud Fatayat NU peduli dengan komitmen kepada jaminan masyarakat serta aktif terhadap isu kesehatan.

 

“Hal ini selaras dengan panca bhakti kami yang kedua yaitu kesehatan, pemberdayaan masyarakat serta perlindungan ibu dan anak,” ungkapnya.

 

Diana Dwi Oktavia, Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Blitar menjelaskan, dengan adanya program ini pihaknya akan melakukan pelatihan kepada kader di lima kecamatan. Supaya dapat melakukan pendampingan dan terjun langsung ke masyarakat untuk monitoring dan evaluasi jalannya JKN-KIS.

 

Lima kecamatan tersebut ialah Kecamatan Kanigoro, Kecamatan Nglegok, Kecamatan Sanan Kulon, Kecamatan Kesamben dan Kecamatan Talun.

 

“Maka dari itu kami mohon kerja samanya dengan pihak Pemerintah Kabupaten Blitar, agar Fatayat NU diberikan fasilitas. Karena kedepan kami juga akan melakukan pertemuan 3 bulan sekali untuk evaluasi,” tuturnya kepada NU Online Jatim, Selasa (21/09/2021).

 

Ia berharap, melalui program ini Fatayat NU dapat berkontribusi dan berkolaborasi serta bersinergi dengan pemerintah daerah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat untuk suksesnya program ini.

 

 

“Semoga program ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan kebermanfaatan untuk masyarakat Kabupaten Blitar,” pungkasnya.

 

Editor: Romza


Editor:

Kediri Raya Terbaru