• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 29 Juni 2022

Kediri Raya

Guru Besar Amerika Bahas Moderasi Beragama di Dies Natalis IAIN Kediri

Guru Besar Amerika Bahas Moderasi Beragama di Dies Natalis IAIN Kediri
Tangkapan layar webinar yang diadakan IAIN Kediri, Rabu (16/09/2021). (Foto: Muwaffaq).
Tangkapan layar webinar yang diadakan IAIN Kediri, Rabu (16/09/2021). (Foto: Muwaffaq).

Kediri, NU Online Jatim

Etin Anwar Guru Besar Universitas Hobart and Wiliam Smith Collegas Geneva New York Amerika menjadi narasumber dalam webinar Internasional tentang moderasi beragama, Kamis (16/09/2021). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Dies Natalis Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri.

 

Ilmuwan diaspora Indonesia yang menjadi dosen di Amerika Serikat tersebut menjelaskan tentang dasar moderasi beragama dalam sebuah masyarakat dibentuk oleh dua aspek. Pertama, keinginan personal. Dan kedua politik, sehingga politiklah yang menciptakan masyarakat menjadi moderat ataupun tidak toleran.

 

"Etika moderasi memiliki kebijakan politik dan personal," terangnya.

 

Alumnus strata satu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Gunung Djati Bandung ini menegaskan bahwa pandangan barat kepada Islam masih sangat sensitif. Sehingga Islam terkenal teroris padahal itu hanya sebagian oknum yang salah memahami Islam. Sebab, mayoritas dari Islam sesungguhnya toleran namun kurang giat untuk menampilkan di permukaan atau tidak terlihat.

 

''Islam wasathiyah ke mana? tidak pernah menampakan diri," ujarnya.

 

Menurut Etin, seharusnya di Indonesia juga memproklamirkan terkait adanya Islam moderat. Ia mencontohkan seperti di Singapura mendirikan lembaga yang mendeklarasikan Islam moderat. Muslim menggali nilai yang mengajak dalam kerja sama seperti terdapat dalam Al-Qur'an yaitu ta'awun dalam hal kebaikan.

 

"Sekarang negara Muslim mengkaji moderasi Islam seperti Yordan, Kuwait, Saudi Arabia, Singapura dan Malaysia mendirikan Institut Wasatiyah Malaysia," ungkapnya.

 

Pemulis buku berjudul Genealogy Islamic Feminis: Pattern and Change in Indonesia ini menarasikan jika inti dari moderasi agama yaitu bagaimana membangun toleransi dan kolaborasi antar umat beragama.  Seperti mempromosikan harapan nilai-nilai yang terkandung dalam Islam yang universal, sama dengan agama yang lain.

 

"Moderasi ugama upaya dalam mengurangi stigma kalau Islam sebagai kekerasan," tandasnya.

 

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan RI Jendral TNI (Purn) H Moeldoko juga hadir dalam seminar yang diadakan IAIN Kediri.

 

 

Dalam kesempatan itu, Moeldoko menyampaikan  program arahan Presiden RI yang intinya pencapaian visi 2045 melalui transformasi ekonomi yang didukung oleh hilirisasi industri dengan memanfaatkan SDM, infrastruktur, penyederhanaan regulasi, dan reformasi birokrasi.

 

Editor: Romza


Editor:

Kediri Raya Terbaru