• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Kediri Raya

Hikmah Halal Bihalal Sarana Memperkokoh Persaudaraan

Hikmah Halal Bihalal Sarana Memperkokoh Persaudaraan
Gus Dhofi saat memberikan hikmah halal bihalal di MWCNU Selorejo, Blitar. (Foto: NUOJ/Pransiska Anggraeni)
Gus Dhofi saat memberikan hikmah halal bihalal di MWCNU Selorejo, Blitar. (Foto: NUOJ/Pransiska Anggraeni)

Blitar, NU Online Jatim
Masih dalam momentum bulan Syawal, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar menggelar halal bihalal. Acara dipusatkan di halaman kantor NU setempat, Jumat (27/05/2022).


Kegiatan yang bertajuk 'Silaturahmi dalam Kebhinekaan' tersebut dihadiri Kiai Ahmad Mudhofi. Yang bersangkutan termasuk jajaran instruktur Pengurus Wilayah (PW) Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Jawa Timur.


"Halal bihalal bukan sekadar simbolis silaturahim, juga dimaknai sebagai upaya memperkokoh persaudaraan antarbudaya yang ada di Indonesia," kata Gus Dhofi saat mengisi tausiyah.


Dirinya turut menyampaikan hubungan antara halal bihalal dan pesan yang pernah dikemukakan Rais Akbar NU, KH M Hasyim Asy’ari atau Mbah Hasyim. 


"Antara silaturahmi yang diistilahkan halal bihalal, dawuh Mbah Hasyim, serta bineka tunggal ika sejatinya saling berkaitan dalam kesejahteraan dan kebersamaan, dan peran NU bagian dari tercapainya perdamaian itu," ungkapnya.


Lebih lanjut, dirinya menuturkan, momentum di bulan Syawal harus dimanfaatkan sebaik mungkin karena selama satu bulan berpuasa, keimanan umat Islam diupgrade. 


“Karenanya, segala suka cita dan kebersamaan dituangkan di sini,” tegasnya.


Kegiatan dihadiri ratusan tamu undangan dari sejumlah badan otonom NU se-Kecamatan Selorejo, serta perangkat desa. Turut hadir KH Masdain Rifai, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar, muspika, serta Pengurus Pondok Pesantren Sananul Huda. 


Editor:

Kediri Raya Terbaru